“Biasanya setelah salat langsung sungkem, sekarang diganti lewat video call. Yang penting tetap bisa saling menyapa,” ucapnya dengan senyum.
Dedikasi Hanif mencerminkan semangat ribuan petugas PLN lainnya yang tetap siaga selama periode RAFI.
Mereka tersebar di berbagai lini, mulai dari tim teknis lapangan, pengatur distribusi, hingga layanan pelanggan untuk memastikan sistem kelistrikan tetap optimal.
General Manager PT PLN (Persero) UID Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, Muchamad Chaliq Fadli, memberikan apresiasi kepada seluruh personel yang tetap bertugas di momen Idulfitri.
Menurutnya, kehadiran petugas di lapangan merupakan wujud komitmen PLN dalam memberikan layanan terbaik, terutama di saat kebutuhan listrik masyarakat meningkat.
“Dedikasi para petugas menjadi kunci utama dalam menjaga keandalan pasokan listrik, sehingga masyarakat dapat merayakan Idulfitri dengan aman dan nyaman,” ujarnya.
Kisah Hanif menjadi representasi dari ribuan petugas PLN di seluruh Indonesia yang rela menunda kebersamaan demi memastikan terang tetap hadir di setiap rumah.
Bagi mereka, Idulfitri di tempat tugas bukan sekadar pengorbanan, melainkan wujud nyata pengabdian untuk negeri. (*)





