BorneoFlash.com, SAMARINDA - Aktivitas arus mudik di Terminal Samarinda Seberang tidak hanya diwarnai peningkatan jumlah penumpang dan armada, tetapi juga kisah para pemudik yang menempuh perjalanan panjang demi merayakan Lebaran bersama keluarga.
Salah satu pemudik, Faudin (43), kembali memilih transportasi bus untuk pulang ke kampung halamannya di Banjarmasin. Baginya, jarak dan lamanya perjalanan bukan persoalan selama dapat berkumpul dengan orang tua dan keluarga besar.
“Perjalanan mudik ini merupakan yang ketiga kalinya dengan tujuan Banjarmasin, karena orang tua dan mertua saya berada di sana,” ujarnya, pada Jumat (20/3/2026).
Ia menuturkan, perjalanan yang ditempuh memakan waktu cukup panjang.
Berangkat pada sore hari, ia harus menjalani perjalanan semalaman hingga tiba di kota tujuan. Meski demikian, bus tetap menjadi pilihan karena dinilai praktis dan cukup nyaman, terutama saat bepergian bersama keluarga.
Tahun ini, Faudin mudik bersama istri dan anaknya, sehingga perjalanan terasa lebih bermakna. Ia juga menyebutkan bahwa dirinya biasanya berangkat beberapa hari sebelum Lebaran.
“Pada umumnya saya berangkat sekitar dua hingga tiga hari sebelum Hari Raya Idulfitri,” katanya.
Selain itu, Faudin mengakui adanya perbaikan kondisi terminal yang kini dirasakan lebih tertata dibandingkan sebelumnya. Fasilitas yang lebih baik dinilai mempermudah penumpang dalam mengakses layanan yang tersedia.
“Kondisi terminal saat ini sudah jauh lebih baik dan lebih tertata. Berbeda dengan sebelumnya yang cenderung membingungkan, kini aksesnya menjadi lebih mudah,” ungkapnya.
Dari sisi biaya, ia menilai tarif angkutan bus masih tergolong terjangkau, termasuk pada periode mendekati Lebaran. Hal ini menjadi salah satu alasan dirinya tetap menggunakan moda transportasi darat.
“Untuk tarif mendekati Lebaran, harga tiket ke Amuntai berkisar sekitar Rp300 ribu,” jelasnya.
Sementara itu, untuk perjalanan kembali ke Samarinda, Faudin berencana menggunakan moda transportasi lain yang dianggap lebih efisien dari lokasi tempat tinggal keluarganya.
“Untuk perjalanan kembali, saya berencana menggunakan jasa travel, mengingat jarak dari rumah keluarga ke terminal cukup jauh,” pungkasnya. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar