Katro Chapter Balikpapan

Aqiqoh Nurul Hayat Sajikan Kambing Guling untuk Jamaah I'tikaf Finishing Touch of Ramadan 1447 H

lihat foto
Keterlibatan Aqiqah Nurul Hayat merupakan bentuk syukur bisa turut meramaikan malam ke-27 Ramadan. Foto: BorneoFlash/Ardian
Keterlibatan Aqiqah Nurul Hayat merupakan bentuk syukur bisa turut meramaikan malam ke-27 Ramadan. Foto: BorneoFlash/Ardian

BorneoFlash.com, BALIKPAPAN – Malam ke-27 Ramadan selalu menjadi malam yang paling dinanti. Dalam sunyi yang penuh harap, umat Islam berlomba mengetuk langit, memohon ampunan dan keberkahan Laylatul Qadar—malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan.

Suasana itu terasa begitu hidup di Masjid Baitul Anwar, Balikpapan. Jamaah berkumpul dalam balutan I’tikaf bertema “Finishing Touch of Ramadan 1447 H”, sebuah rangkaian ibadah yang digelar bersama komunitas Kajian Trotoar (Katro) Chapter Balikpapan selama sepuluh malam terakhir Ramadan.

Sejak awal kegiatan pada Senin malam (9/3/2026), masjid tak pernah sepi. Namun, malam ke-27 Ramadan yang bertepatan pada 15 Maret 2026 terasa berbeda. Lebih hangat, lebih hidup, dan penuh kebersamaan.

Jamaah I’tikaf dengan tema “Finishing Touch of Ramadan 1447 H”, sebuah rangkaian ibadah yang digelar bersama komunitas Katro Chapter Balikpapan selama sepuluh malam terakhir Ramadan. Foto: BorneoFlash/Ardian
Jamaah I’tikaf dengan tema “Finishing Touch of Ramadan 1447 H”, sebuah rangkaian ibadah yang digelar bersama komunitas Katro Chapter Balikpapan selama sepuluh malam terakhir Ramadan. Foto: BorneoFlash/Ardian

Jamaah datang dari berbagai latar belakang. Ada yang membawa keluarga, sahabat, hingga rombongan komunitas seperti Bikers Subuhan Balikpapan yang turut meramaikan malam penuh makna tersebut. Mereka tidak hanya hadir untuk berkumpul, tetapi juga untuk merapatkan hati kepada Allah.

Di sela lantunan doa dan zikir, kajian bertema “Menjadi Hamba yang Lebih Dekat” menjadi pengingat lembut bagi setiap hati yang hadir—bahwa Ramadan akan segera pergi, dan inilah saatnya memperbaiki diri.

Setiap malam, rangkaian ibadah dilaksanakan dengan khusyuk. Dimulai dari tarawih, dilanjutkan tahajud, witir, hingga subuh berjamaah.

Setiap malam, rangkaian ibadah dilaksanakan dengan khusyuk. Dimulai dari tarawih, dilanjutkan salat qiyamul lail, hingga subuh berjamaah. Foto: BorneoFlash/Ardian
Setiap malam, rangkaian ibadah dilaksanakan dengan khusyuk. Dimulai dari tarawih, dilanjutkan salat qiyamul lail, hingga subuh berjamaah. Foto: BorneoFlash/Ardian

Di antara itu, kajian-kajian inspiratif mengisi ruang hati para jamaah, mulai dari tema Berburu Laylatul Qadar, The Power of Silaturahmi, hingga Jika Ini Ramadan Terakhirku.

Salah satu pemateri, Ustadz Ia Kurniawan, mengingatkan bahwa sepuluh malam terakhir adalah puncak dari seluruh perjalanan Ramadan.


“Ramadan sudah dimuliakan oleh Allah, lalu dimuliakan lagi dengan sepuluh malam terakhir. Inilah yang seharusnya menjadi buruan kita,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar kelelahan fisik tidak mengalahkan semangat iman.

“Jangan sampai kita lelah dalam beribadah, lalu kelelahan itu justru mengalahkan keimanan kita. Justru di penghujung Ramadan inilah kita harus semakin semangat memperbaiki diri,” tambahnya.

Ketua Katro Chapter Balikpapan, Bang Sadrie turut membantu menyiapkan hidangan kambing guling. Foto: BorneoFlash/Ardian
Ketua Katro Chapter Balikpapan, Bang Sadrie turut membantu menyiapkan hidangan kambing guling. Foto: BorneoFlash/Ardian

Keistimewaan malam tersebut juga terasa melalui kebersamaan yang dihadirkan oleh Aqiqoh Nurul Hayat. Hidangan gulai dan kambing guling yang disajikan bukan sekadar santapan, tetapi menjadi simbol kebahagiaan berbagi di bulan penuh ampunan.

Pimpinan Cabang Nurul Hayat Balikpapan menyampaikan bahwa keterlibatan mereka merupakan bentuk syukur bisa turut meramaikan malam ke-27 Ramadan.

“Kami ingin berbagi kebahagiaan, meramaikan malam istimewa ini bersama Katro dan seluruh jamaah,” ungkapnya.

Kajian ala jalanan dari Katro Chapter Balikpapan hadir di selama sepuluh malam terakhir Ramadan di Masjid Baitul Anwar. Foto: BorneoFlash/Ardian
Kajian ala jalanan dari Katro Chapter Balikpapan hadir di selama sepuluh malam terakhir Ramadan di Masjid Baitul Anwar. Foto: BorneoFlash/Ardian

Di penghujung malam, ketika doa-doa dipanjatkan dengan penuh harap, tak ada yang benar-benar tahu apakah itulah malam Laylatul Qadar. Namun yang pasti, kehangatan, kebersamaan, dan ketulusan ibadah malam itu menjadi kenangan yang sulit dilupakan.

Masjid Baitul Anwar dan Katro Balikpapan berharap, momen ini bukan sekadar kegiatan tahunan, tetapi menjadi titik balik bagi setiap jamaah untuk terus mendekatkan diri kepada Allah—tidak hanya di Ramadan, tetapi juga setelahnya. (*)

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar