DPRD Provinsi Kaltim

Ananda Emira Moeis Jadikan Kritik sebagai Bahan Evaluasi Diri

lihat foto
Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur, Ananda Emira Moeis. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa
Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur, Ananda Emira Moeis. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa

BorneoFlash.com, SAMARINDA - Sorotan publik tertuju pada Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Ananda Emira Moeis, setelah video wawancaranya dengan salah satu media lokal beredar luas di media sosial.

Dalam rekaman tersebut, ia terlihat beberapa kali berhenti sejenak saat menyampaikan jawaban kepada wartawan.

Menanggapi hal tersebut, Ananda memilih bersikap terbuka. Ia mengakui bahwa cara penyampaiannya dalam video tersebut memang memicu beragam tanggapan dari masyarakat.

Meski demikian, ia berharap publik tidak hanya menilai dari cara penyampaian, tetapi juga memahami substansi yang disampaikan.

Ia menyampaikan bahwa ke depan dirinya akan berupaya memperbaiki kemampuan komunikasi di hadapan publik.

“Ke depan, saya akan berupaya menyampaikan dengan lebih baik. Namun demikian, saya juga berharap masyarakat dapat melihat substansi dari pernyataan yang saya sampaikan,” ujarnya, pada Selasa (17/3/2026).


Ia menjelaskan, wawancara tersebut berkaitan dengan peristiwa tabrakan jembatan di Samarinda yang terjadi berulang kali. Bahkan, pada hari yang sama ketika video tersebut menjadi perbincangan, insiden serupa kembali terjadi pada malam harinya.

Menurutnya, pesan utama yang ingin disampaikan dalam wawancara itu adalah dorongan agar pihak terkait menjalankan tanggung jawab secara serius demi mencegah kejadian berulang.

“Hal yang ingin saya tekankan adalah pentingnya instansi terkait menjalankan tanggung jawab secara optimal agar kejadian serupa tidak terus terulang,” jelasnya.

Selain itu, ia juga mengungkapkan bahwa kondisi kesehatannya saat itu kurang prima, yang turut memengaruhi cara berbicaranya di hadapan media.

Ananda menegaskan bahwa kritik yang muncul akan dijadikannya sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas diri, khususnya dalam hal komunikasi publik.

“Kritik yang disampaikan akan saya jadikan sebagai bahan evaluasi untuk melakukan pembenahan ke depan,” tutupnya. (*)

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar