Komisi VI DPR Pastikan Ketersediaan BBM Aman Selama Mudik Lebaran 2026

oleh -
Penulis: Wahyuddin Nurhidayat
Editor: Ardiansyah
Anggota Komisi VI DPR RI Herman Khaeron (kanan) saat memberikan keterangan di Cirebon, Jawa Barat. FOTO: ANTARA/Fathnur Rohman.
Anggota Komisi VI DPR RI Herman Khaeron (kanan) saat memberikan keterangan di Cirebon, Jawa Barat. FOTO: ANTARA/Fathnur Rohman.
banner 300×250

BorneoFlash.com, CIREBON – Anggota Komisi VI DPR RI Herman Khaeron memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) nasional aman untuk mendukung mobilitas masyarakat selama arus mudik dan arus balik Lebaran 2026.

 

“Berdasarkan evaluasi terakhir, ketersediaan dan keterjangkauan BBM masih mencukupi hingga 21 hari operasional selama periode mudik dan arus balik,” kata Herman di Cirebon, Senin.

 

Komisi VI DPR RI memperoleh kepastian itu setelah mengevaluasi kesiapan Pertamina, PLN, serta pemangku kepentingan sektor transportasi darat.

 

Selain itu, Herman menyebut pemerintah dan operator energi akan menambah stok sesuai peningkatan kebutuhan masyarakat selama periode mudik Lebaran.

 

Ia juga meminta masyarakat tidak khawatir terhadap pasokan energi. Menurutnya, pasokan energi dalam negeri tetap terjaga, meskipun harga minyak dunia naik akibat konflik di Timur Tengah serta dampak penutupan Selat Hormuz, jalur penting distribusi minyak mentah global.

 

Lebih lanjut, Herman menilai pemerintah memiliki sejumlah strategi untuk mengantisipasi dampak kenaikan harga energi global.

 

Ia mencontohkan kebijakan pada masa Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono, ketika pemerintah menyesuaikan harga BBM sekaligus menyalurkan jaring pengaman sosial kepada masyarakat.

 

Menurut dia, kebijakan tersebut mampu menjaga ketahanan ekonomi sekaligus menekan dampak sosial akibat kenaikan harga energi.

 

Herman juga menilai pemerintah telah memperhitungkan peningkatan permintaan BBM menjelang Idulfitri. Ia meyakini Presiden Prabowo Subianto memiliki strategi untuk menjaga pasokan energi sekaligus melindungi daya beli masyarakat.

 

Presiden Prabowo saya yakini memiliki cara untuk mengelola situasi ini,” ujarnya.

 

Ia menambahkan pemerintah dapat mempertimbangkan kompensasi anggaran guna menahan kenaikan harga energi agar tetap terjangkau bagi masyarakat. (*)

Simak berita dan artikel BorneoFlash lainnya di  Google News

No More Posts Available.

No more pages to load.