Selain pemberian bantuan sembako, kegiatan sosial ini juga memberikan dampak psikologis yang positif bagi masyarakat sekitar. Kehadiran TNI di tengah permukiman warga menghadirkan rasa aman sekaligus mempererat hubungan emosional antara aparat dan masyarakat.
Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban ekonomi keluarga kurang mampu, terutama di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Idulfitri, sehingga mereka dapat menjalankan ibadah puasa dengan lebih tenang dan khusyuk.
Tidak hanya itu, Kodam VI/Mulawarman juga memberikan perhatian terhadap kesehatan masyarakat, khususnya para lansia. Tim medis dari Kesdam VI/Mlw turut diterjunkan untuk memberikan pelayanan kesehatan secara door to door kepada lansia yang menderita penyakit kronis atau memiliki keterbatasan untuk berobat ke fasilitas kesehatan.
Aksi sosial ini meninggalkan kesan mendalam bagi para penerima bantuan. Air mata haru tampak dari para warakawuri saat menerima santunan.
Bagi mereka, perhatian tulus dari pimpinan tertinggi di Kodam VI/Mulawarman tersebut menjadi seperti “hadiah Lebaran” yang datang lebih awal, menghadirkan ketenangan batin karena mereka masih diperhatikan dan dihargai sebagai bagian dari keluarga besar Mulawarman.
Bagi prajurit Mulawarman, Ramadan kali ini bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjadi momentum untuk meneguhkan nilai kepedulian dan pengabdian kepada sesama.
Seragam loreng TNI pun hadir tidak hanya sebagai simbol penjaga kedaulatan negara, tetapi juga sebagai representasi pelindung sekaligus penguat bagi masyarakat yang membutuhkan. (*/Pendam VI/Mlw)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar