BorneoFlash.com, BANDUNG – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mendorong santriwan dan santriwati agar adaptif terhadap perkembangan kecerdasan artifisial (AI) dan robotik saat meninjau pelatihan teknologi di Pondok Pesantren Baitul Arqom Al-Islami, Kabupaten Bandung, Rabu.
Dalam kunjungan itu, Gibran meninjau proyek robot karya santri, mulai dari robot pengalir air wudhu otomatis, robot berkaki dua, hingga robot sumo dan robot pemain bola untuk kompetisi. Ia juga melihat santriwati mempelajari pemanfaatan AI melalui perangkat digital.
Selain itu, Gibran menegaskan pentingnya mengikuti perkembangan zaman. Menurutnya, santri yang kuat dalam akhlak dan ilmu agama akan semakin unggul jika menguasai teknologi terkini.
Ia menjelaskan pembelajaran coding melatih pola pikir kritis dan komputasional. Kemampuan tersebut, lanjutnya, menjadi bekal penting agar santri mampu bersaing di era digital yang semakin kompetitif.
Karena itu, ia mendorong pengembangan proyek yang masih tahap dasar agar terus meningkat dan siap mengikuti berbagai ajang kompetisi.
Kunjungan tersebut sekaligus mendukung program Astacita Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia dan pendidikan berbasis teknologi.
Tak hanya kepada santri, Gibran juga meminta para guru terus memperbarui pengetahuan. Ia mengingatkan perkembangan teknologi berlangsung cepat sehingga pendidik harus selalu selangkah di depan.
Sementara itu, pengasuh pesantren Ustadz Najib Muhammad Yusuf menegaskan pihaknya mengintegrasikan teknologi modern dengan nilai keislaman tanpa menghilangkan ruh pesantren.
Santri tetap mempelajari kitab kuning, namun mereka memanfaatkan kitab digital, kamus digital, serta perangkat pembelajaran seperti smart TV dan proyektor.
Bahkan, santri memanfaatkan AI untuk membuat animasi 3D muhadatsah bahasa Arab. Pihak pesantren pun berharap pemerintah terus memperluas pengenalan AI karena teknologi tersebut dinilai mampu mendukung pendidikan dan dakwah di masa depan. (*)






