BorneoFlash.com, KUKAR – Sejumlah ruas utama di Kutai Kartanegara (Kukar) seperti Tenggarong–Samarinda kini relatif lebih terang berkat pemasangan lampu penerangan jalan umum (PJU).
Namun, di banyak wilayah lain—terutama kawasan hulu—kondisi jalan gelap pada malam hari masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah daerah.
Untuk itu, Dinas Perhubungan (Dishub) Kukar menargetkan pemasangan sekitar 5.000 hingga 6.000 titik PJU baru pada 2026 yang akan dipasang bertahap di 20 kecamatan.
Kepala Dishub Kukar, Ahmad Junaidi, mengatakan penambahan tersebut difokuskan pada jalan kabupaten yang menjadi kewenangan pemerintah daerah.
“Ada penambahan hampir di semua kecamatan, mulai dari wilayah pesisir sampai hulu. Kurang lebih lima sampai enam ribu titik,” ungkap Ahmad, pada Selasa (3/3/2026).
Ia mengakui masih terdapat ruas dengan penerangan minim, salah satunya jalur Kota Bangun menuju Tabang yang melintasi Kenohan dan Kembang Janggut. Dari total panjang sekitar 177 kilometer, baru sebagian kecil yang telah terpasang lampu.
“Di jalur itu mungkin baru sekitar 10 kilometer yang sudah ada penerangannya. Selebihnya masih gelap. Kalau malam hari jarak pandang terbatas, apalagi di beberapa titik kondisi jalannya juga belum sepenuhnya baik,” bebernya.
Menurut Ahmad, pemasangan PJU menjadi langkah antisipatif untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan, sembari menunggu perbaikan infrastruktur di beberapa ruas.
“Kita ingin masyarakat yang melintas merasa lebih nyaman dan aman saat berkendara, khususnya malam hari,” tutupnya.






