Veda menyentuh garis finis di posisi kelima dengan selisih 9,687 detik dari pemenang. Ia membawa pulang 11 poin penting pada balapan debutnya — modal berharga untuk klasemen musim ini.
Buah Proses PanjangKeberhasilan di Buriram bukanlah hasil instan. Fondasi kuat Veda dibangun sejak usia dini, dibimbing ayahnya, Sudarmono, mantan pembalap nasional. Ia sudah mengenal sirkuit sejak usia enam tahun, bahkan berlatih di area parkir Pasar Hewan Siyonoharjo, Gunungkidul.
Prestasi internasionalnya mulai mencuri perhatian saat menjuarai Asia Talent Cup 2023 dengan sembilan kemenangan dari 12 balapan — menjadikannya pembalap Indonesia pertama yang meraih gelar tersebut.
Di ajang Red Bull MotoGP Rookies Cup 2025, Veda finis sebagai runner-up dengan 181 poin dan tiga kemenangan (dua di Mugello, satu di Sachsenring). Konsistensinya membuat namanya diperhitungkan di paddock MotoGP.
Performa impresif itu turut menarik perhatian sejumlah tim besar, termasuk Gresini Racing. Direktur Pemasaran dan Komersial Gresini Racing, Carlo Merlini, bahkan menyebut Veda sebagai salah satu talenta Asia paling kuat saat ini. Dukungan juga datang dari pembalap MotoGP Alex Marquez yang mengakui bakat besar pembalap muda Indonesia tersebut.
Mimpi Besar dari GunungkidulPerjalanan Veda dari lintasan kecil di Gunungkidul hingga Grand Prix dunia menjadi inspirasi baru bagi olahraga otomotif Indonesia.
“Saya ingin jadi pembalap Indonesia pertama di MotoGP dan menjadi juara dunia,” ujar Veda dalam sebuah wawancara.
Debut sensasional di Buriram adalah langkah awal. Jika konsistensi ini terjaga, bukan tidak mungkin mimpi besar itu akan semakin mendekati kenyataan. (*/ANTARA)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar