Dengan mekanisme tersebut, proses pencocokan kebutuhan tenaga kerja dapat dilakukan secara otomatis.
“Misalnya perusahaan membutuhkan 10 orang driver dengan kualifikasi tertentu. Begitu lowongan diunggah, sistem langsung mengirim notifikasi ke pelamar yang datanya sesuai. Jadi prosesnya serba otomatis,” tegasnya.
Aulia berharap integrasi sistem tersebut mampu mempercepat proses rekrutmen, memperluas akses informasi kerja bagi masyarakat, serta meningkatkan transparansi dalam penyerapan tenaga kerja di daerah.
“Kita sudah siapkan sistemnya. Tinggal bagaimana ini dimaksimalkan agar benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” kata Aulia.
Dengan optimalisasi Kukar Siap Kerja, Pemkab Kukar menargetkan akses lowongan kerja semakin terbuka dan peluang kerja bagi warga lokal dapat meningkat secara signifikan.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar