BorneoFlash.com, SAMARINDA - Samarinda mulai memantapkan langkah untuk bersaing menjadi tuan rumah Piala AFF U-17 yang dijadwalkan berlangsung pada April 2026.
Melalui Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar), Pemerintah Kota Samarinda telah membuka komunikasi awal dengan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) sebagai bagian dari proses penjajakan.
Kepala Disporapar Kota Samarinda, Muslimin, menyampaikan bahwa koordinasi telah dilakukan langsung dengan Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi.
Ia menegaskan, ada sejumlah persyaratan teknis yang menjadi bahan pertimbangan sebelum penetapan resmi dilakukan.
“Kami telah melakukan komunikasi awal dengan Sekretaris Jenderal PSSI, dan terdapat sejumlah indikator penilaian yang harus dipenuhi agar Samarinda dapat ditetapkan secara resmi sebagai tuan rumah,” ujarnya di Samarinda, pada Sabtu (21/2/2026).
Menurutnya, peluang Kota Tepian cukup terbuka meski tetap harus memenuhi standar yang telah ditentukan federasi.
Keseriusan PSSI terlihat dari kunjungan tim verifikasi yang telah melakukan peninjauan terhadap fasilitas olahraga di daerah tersebut.
Untuk venue utama, Stadion Segiri yang berada di pusat kota menjadi opsi prioritas. Sementara Stadion Utama Kaltim disiapkan sebagai alternatif pendukung apabila diperlukan.
“Tim verifikasi dari PSSI telah meninjau langsung fasilitas olahraga yang kami siapkan. Saat ini kami masih menunggu hasil evaluasi untuk memastikan kelayakannya,” jelasnya.
Ia menambahkan, Pemerintah Kota Samarinda pada prinsipnya siap mengemban tanggung jawab sebagai tuan rumah ajang internasional kelompok umur tersebut.
Koordinasi lanjutan bersama PSSI, Wali Kota Samarinda, serta tim teknis terus dimatangkan untuk memastikan seluruh aspek, mulai dari kesiapan infrastruktur, sistem keamanan, hingga akomodasi, memenuhi standar yang berlaku.
“Pada prinsipnya Pemerintah Kota Samarinda siap apabila diberikan kepercayaan menjadi tuan rumah, termasuk dalam memenuhi standar infrastruktur, keamanan, dan akomodasi sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.
Selain Samarinda, Balikpapan dengan Stadion Batakan juga masuk dalam pertimbangan sebagai lokasi pendamping.
Apabila dipercaya menjadi tuan rumah, turnamen ini dinilai tidak hanya akan meningkatkan atmosfer sepak bola usia muda di daerah, tetapi juga berpotensi mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan perekonomian lokal melalui kehadiran tim, ofisial, dan suporter dari berbagai negara Asia Tenggara.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar