BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan mulai membuka jalan lebih lebar bagi generasi muda, untuk menembus panggung internasional.
Wakil Wali Kota Balikpapan, H. Bagus Susetyo, menerima kunjungan Yayasan Bina Antar Budaya di Ruang Rapat Balai Kota, pada Kamis (19/2/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Bagus didampingi Asisten Bidang Administrasi Umum dr Andi Sri Juliarty, Staf Ahli Bidang Perekonomian dan Pembangunan Neny Dwi Winahyu, serta Kepala Bagian Kerja Sama Fachrul Razji.
Bagus menjelaskan, Yayasan Bina Antar Budaya selama ini dikenal sebagai mitra AFS (American Field Service) dalam program pertukaran pelajar Indonesia–Amerika Serikat. Namun kini, jaringan kerja samanya telah meluas ke berbagai negara di Eropa, Jepang, dan Korea.
“Mereka tadi menanyakan potensi anak-anak Balikpapan untuk bisa mengikuti pertukaran budaya dan pendidikan di luar negeri. Sebaliknya, pelajar dari luar juga bisa datang belajar di Balikpapan,” ujarnya.
Program ini menyasar siswa SMA mulai kelas II yang akan melalui proses seleksi dengan sejumlah kriteria tertentu. Peserta terpilih akan mengikuti program belajar dan tinggal di luar negeri selama kurang lebih 10 bulan.
Sebagai gambaran, saat ini sudah ada dua pelajar asal Balikpapan yang tengah menjalani program di Amerika Serikat.Bagus menekankan agar program ini disosialisasikan secara terbuka dan tidak terkesan eksklusif. Ia meyakini pelajar Balikpapan memiliki kemampuan yang tidak kalah bersaing, terutama dalam penguasaan bahasa asing.
“Saya pesan supaya tidak eksklusif. Semua anak punya kesempatan yang sama. Saya yakin kemampuan komunikasi dan bahasa asing anak-anak kita cukup baik,” katanya.
Ia menambahkan, selain bahasa, penguasaan seni dan budaya lokal juga menjadi nilai penting dalam pertukaran internasional. Kemampuan menari, memahami budaya daerah, hingga kecakapan presentasi akan menjadi bekal kuat saat berinteraksi di kancah global.
Pemkot Balikpapan berencana menindaklanjuti penjajakan ini melalui Bagian Kerja Sama dengan melibatkan Dinas Pendidikan serta Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga.
Sinergi lintas sektor dinilai penting agar program berjalan sistematis dan menjangkau lebih banyak pelajar.
Kerja sama ini diharapkan bukan hanya membuka akses pendidikan global, tetapi juga menjadi bagian dari diplomasi budaya kota.
Pelajar Balikpapan dapat menjadi duta yang memperkenalkan seni, budaya, dan karakter masyarakat kota di mata dunia.
“Ini kesempatan anak-anak muda kita untuk belajar secara global, mengeksplorasi kecerdasan dan kemampuan mereka, sekaligus membawa nama baik Balikpapan,” tutup Bagus.
Peluang yang tidak dibatasi jumlah peserta, Balikpapan kini bersiap melahirkan lebih banyak generasi muda berwawasan internasional yang mampu bersaing dan berkontribusi di era globalisasi. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar