Berita Kota Balikpapan

Limbah Kayu Diubah Jadi Energi: ITK bersama PERTAMINA Foundation PFSains Dorong Co-Firing Biomassa, Tekan Emisi Karbon

Limbah Kayu Diubah Jadi Energi: ITK bersama PERTAMINA Foundation PFSains Dorong Co-Firing Biomassa, Tekan Emisi Karbon
Klik untuk memutar video
ITK melaksanakan pendampingan teknis pengolahan limbah kayu menjadi pellet RDF dan SRF di area gudang bahan bakar jumputan padat TPAS Manggar. Foto: HO/ITK
Walaupun data spesifik di Balikpapan untuk pengurangan emisi co-firing ini masih dalam tahap pengembangan teknologi, panduan nasional dan studi teknis menunjukkan bahwa substitusi biomassa 10 sampai 20 % dalam pembangkit batubara dapat menurunkan emisi CO₂ secara signifikan, bahkan mencapai ribuan ton CO₂eq per tahun, tergantung proporsi dan kapasitas pembangkit.

Dalam konteks nasional, penggunaan pellet RDF maupun SRF berbasis sampah organik dan limbah kayu menyokong kerangka besar transisi energi Indonesia menuju target Net Zero Emission paling lambat tahun 2060.

Grafik Potensi Reduksi Emisi Co2 melalui Co-Firing Biomassa
Grafik Potensi Reduksi Emisi Co2 melalui Co-Firing Biomassa.

Sebagaimana tercantum dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL), pemerintah dan PT PLN (Persero) secara strategis mendorong perluasan kapasitas energi terbarukan serta implementasi co-firing biomassa dalam bauran energi pembangkit listrik nasional.

Target ini selaras dengan komitmen pengurangan emisi 1,2–1,5 gigaton CO₂e hingga 2035 dan peningkatan kontribusi EBT hingga lebih dari 20 % pada 2030.

Menurut studi LCA terbaru, penggunaan SRF biomassa dapat mengurangi emisi karbon hingga 80 hingga 90 % per unit energi dibandingkan pembakaran batubara konvensional. Upaya ini menjadi bagian penting strategi nasional untuk mewujudkan energi bersih tanpa mengabaikan kebutuhan listrik yang andal.

Menuju Ekonomi Sirkular Daerah

Program ini menjadi contoh nyata penerapan konsep waste to energy dan ekonomi sirkular di tingkat daerah. Sampah tidak lagi dipandang sebagai beban, melainkan sebagai sumber daya energi.

Pemerintah dan PT PLN (Persero) secara strategis mendorong perluasan kapasitas energi terbarukan serta implementasi co-firing biomassa dalam bauran energi pembangkit listrik nasional. Foto: HO/ITK
Pemerintah dan PT PLN (Persero) secara strategis mendorong perluasan kapasitas energi terbarukan serta implementasi co-firing biomassa dalam bauran energi pembangkit listrik nasional. Foto: HO/ITK

Perwakilan DLH Balikpapan menyatakan: “Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan industri adalah kunci. Inovasi seperti ini tidak hanya menyelesaikan persoalan sampah, tetapi juga mendukung target penurunan emisi nasional.”

Ke depan, model pendampingan ini diharapkan dapat direplikasi untuk fraksi sampah lain yang memiliki potensi energi, sehingga TPAS Manggar bertransformasi menjadi pusat pemrosesan sumber daya berkelanjutan. (*)

Simak berita dan artikel BorneoFlash lainnya di  Google News

Jangan ketinggalan berita terbaru! Follow Instagram  dan subscribe channel YouTube BorneoFlash Sekarang

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar