(1) Nilai kalor lebih tinggi daripada kayu mentah yang dibuang;
(2) Karakteristik bahan bakar lebih stabil dan mudah disimpan;
(3) Memperluas potensi pemanfaatan energi di sektor industri.
Dalam pendampingan teknis, Tim SRF ITK tidak hanya menguji produksi pellet, tetapi juga memberikan transfer teknologi kepada operator TPAS, penyusunan SOP (Standard Operating Procedure), serta uji karakteristik pellet, mulai dari kadar air, densitas hingga nilai kalor yang sesuai standar energi. Hal ini penting untuk memastikan pellet SRF aman, efisien dan layak untuk aplikasi energi.
Kepala UPTD TPAS Manggar menambahkan bahwa inovasi ini membantu mengurangi fraksi organik kayu yang selama ini cukup signifikan.
“Jika sebagian limbah kayu bisa dialihkan menjadi bahan bakar, maka beban landfill dapat ditekan dan umur operasional TPAS bisa diperpanjang.”
Dampak terhadap Pengurangan Emisi KarbonSkema co-firing biomassa memungkinkan substitusi sebagian batubara dengan pellet biomassa. Secara teknis, substitusi 5 hingga 10% biomassa pada satu unit PLTU berkapasitas besar dapat menurunkan emisi karbon hingga puluhan ribu ton CO₂ per tahun, tergantung kapasitas pembangkit dan faktor emisi batubara.
Sebagai gambaran, program pengelolaan gas metana di TPAS Manggar sebelumnya mampu menekan lebih dari 100.000 ton CO₂ ekuivalen per tahun. Implementasi SRF biomassa ini diharapkan menjadi tambahan kontribusi terhadap penurunan emisi sektor energi.
*Estimasi jumlah reduksi bila pellet biomassa RDF dan SRF digunakan di PLTU skala menengah dengan substitusi 10 hingga 15% dibandingkan batubara. Angka ini konservatif dan dapat bertambah tergantung rasio co-firing serta total energi yang dibakar.
Catatan: Biomassa dianggap carbon-neutral karena CO₂ yang dilepas selama pembakaran sebanding dengan CO₂ yang diserap ketika tumbuhan tumbuh, terutama bila penggunaan biomassa tidak berdampak deforestasi.
Catatan: Estimasi berbasis kajian umum Life-Cycle Assessment (LCA) energi biomassa vs batubara dan proyeksi implementasi co-firing pada PLTU skala menengah. Data digunakan untuk tujuan edukasi kebijakan transisi energi.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar