Berita Balikpapan Terkini

Rumah Maggot di Balikpapan Kota Tekan Beban TPA dan Gerakkan Ekonomi Warga

lihat foto
Camat Balikpapan Kota, Rosin Suparlan. Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri
Camat Balikpapan Kota, Rosin Suparlan. Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri

BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Di tengah persoalan sampah kota yang kian kompleks, solusi sederhana berbasis komunitas justru tumbuh di Kelurahan Kota, Kecamatan Balikpapan Kota.

Sebuah rumah maggot yang dikelola warga menjadi contoh nyata, bagaimana pengelolaan lingkungan dapat berjalan seiring dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Rumah maggot tersebut dibangun oleh Kelompok Masyarakat (Pokmas) Maggot Jaya Badi dan kini dikelola oleh Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Sukses Kelurahan Kota.

Kehadirannya menjadi alternatif solusi atas persoalan sampah organik yang selama ini berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Camat Balikpapan Kota, Rosin Suparlan, menjelaskan bahwa rumah maggot berfungsi mengolah sampah organik menjadi pakan maggot, sementara sampah anorganik seperti botol plastik dan kemasan lainnya dipilah untuk dijual kembali.

“Rumah maggot ini mengolah sampah organik yang sebelumnya dibuang ke TPA. Sampah tersebut dimanfaatkan sebagai pakan maggot, sedangkan sampah anorganik dikumpulkan dan dijual. Jadi semuanya punya nilai,” ujar Rosin.

Menurutnya, sistem ini dirancang agar berjalan mandiri dan berkelanjutan. Hasil penjualan maggot maupun sampah anorganik dapat digunakan untuk membiayai operasional rumah maggot sekaligus memberikan tambahan pendapatan bagi anggota kelompok.

“Yang tadinya sampah tidak bernilai, sekarang bisa menjadi sumber penghasilan. Ini bentuk nyata pemberdayaan masyarakat melalui pengelolaan lingkungan,” katanya.


Maggot yang dihasilkan dari pengolahan sampah organik memiliki nilai jual tinggi sebagai pakan ternak dan ikan.

Dengan demikian, siklus ekonomi lokal pun terbentuk dari sampah rumah tangga, diolah oleh warga, lalu dimanfaatkan kembali untuk sektor produktif.

Sebagai bentuk dukungan, Pemerintah Kota Balikpapan melalui kecamatan menyalurkan hibah kendaraan roda dua kepada sejumlah KSM, termasuk KSM Korantum.

Setiap kelompok menerima dua unit sepeda motor, dengan total 10 unit kendaraan yang diserahkan untuk menunjang operasional pengangkutan sampah dan aktivitas rumah maggot.

Rosin menegaskan, program ini sejalan dengan komitmen pemerintah kota dalam mengurangi beban TPA yang kapasitasnya semakin terbatas. Ia berharap, model pengelolaan sampah berbasis masyarakat ini dapat direplikasi di kelurahan lain di Balikpapan.

“Melalui kecamatan, kami hadir membantu masyarakat mengolah sampah sekaligus meningkatkan kesejahteraan. Lingkungan terjaga, ekonomi warga pun bergerak,” ujarnya.

Di tengah tantangan pengelolaan sampah perkotaan, rumah maggot di Balikpapan Kota membuktikan bahwa perubahan tidak selalu harus dimulai dari teknologi mahal.

Dari langkah sederhana berbasis gotong royong, lahir solusi yang memberi manfaat bagi lingkungan dan kesejahteraan warga sekaligus. (*)

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar