Pemkot Balikpapan

Temui Massa Aksi, Wawali Balikpapan Tegaskan Komitmen Pemerintah Tangani Permasalahan Kota

zoom-inlihat foto
Wakil Wali Kota Balikpapan H. Bagus Susetyo saat menemui massa aksi mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Balikpapan Melawan, saat menggelar aksi unjuk rasa di Balai Kota Balikpapan, pada Senin (9/2/2026). Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri
Wakil Wali Kota Balikpapan H. Bagus Susetyo saat menemui massa aksi mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Balikpapan Melawan, saat menggelar aksi unjuk rasa di Balai Kota Balikpapan, pada Senin (9/2/2026). Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri
Dalam pengelolaan lingkungan, Bagus mengajak mahasiswa ikut mengawasi pembangunan dan mendorong budaya gotong royong membersihkan lingkungan. Ia menekankan pentingnya pemilahan sampah sesuai Perda agar tidak menyumbat saluran air.

Ia berkomitmen akhir jabatan kepemimpinannya permasalahan banjir dapat diselesaikan. Termasuk, pelayanan air bersih.

Terkait kendaraan bermuatan besar, Pemkot berencana membangun kawasan pergudangan di Kilometer 13, agar truk besar tidak lagi melintas di dalam kota. Pengawasan juga akan diperketat.

Bagus bahkan membuka ruang diskusi lanjutan dengan mahasiswa di masing-masing dinas agar pembahasan berbasis data. “Silakan datang ke dinas, jangan hanya debat. Kita terbuka,” tegasnya.

Ia juga menjelaskan keterbatasan pemerintah daerah dalam perekrutan tenaga guru dan kesehatan karena regulasi dari pusat. Meski demikian, Pemkot telah membuka seleksi PJLB dengan kuota sekitar 600 orang melalui mekanisme yang sesuai aturan.

"Kita tidak bisa merekrut tenaga honor maupun ASN karena semua kewenangan Kementerian PANRB,"katanya.

Wakil Wali Kota Balikpapan H. Bagus Susetyo saat menemui massa aksi mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Balikpapan Melawan, saat menggelar aksi unjuk rasa di Balai Kota Balikpapan, pada Senin (9/2/2026). Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri
Wakil Wali Kota Balikpapan H. Bagus Susetyo saat menemui massa aksi mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Balikpapan Melawan, saat menggelar aksi unjuk rasa di Balai Kota Balikpapan, pada Senin (9/2/2026). Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri

Dialog yang sempat berlangsung tegang tersebut akhirnya berujung pada kesepahaman. Mahasiswa menerima penjelasan pemerintah dan mendorong evaluasi berkelanjutan.

Menutup pertemuan, Bagus mengajak semua pihak saling memahami keterbatasan dan proses pengambilan kebijakan.

“Coba kita saling menempatkan diri. Semua keputusan ada prosesnya. Ini pembelajaran bagi kita semua,” pungkasnya. (*)

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar