Ia berkomitmen akhir jabatan kepemimpinannya permasalahan banjir dapat diselesaikan. Termasuk, pelayanan air bersih.
Terkait kendaraan bermuatan besar, Pemkot berencana membangun kawasan pergudangan di Kilometer 13, agar truk besar tidak lagi melintas di dalam kota. Pengawasan juga akan diperketat.
Bagus bahkan membuka ruang diskusi lanjutan dengan mahasiswa di masing-masing dinas agar pembahasan berbasis data. “Silakan datang ke dinas, jangan hanya debat. Kita terbuka,” tegasnya.
Ia juga menjelaskan keterbatasan pemerintah daerah dalam perekrutan tenaga guru dan kesehatan karena regulasi dari pusat. Meski demikian, Pemkot telah membuka seleksi PJLB dengan kuota sekitar 600 orang melalui mekanisme yang sesuai aturan.
"Kita tidak bisa merekrut tenaga honor maupun ASN karena semua kewenangan Kementerian PANRB,"katanya.
Dialog yang sempat berlangsung tegang tersebut akhirnya berujung pada kesepahaman. Mahasiswa menerima penjelasan pemerintah dan mendorong evaluasi berkelanjutan.
Menutup pertemuan, Bagus mengajak semua pihak saling memahami keterbatasan dan proses pengambilan kebijakan.
“Coba kita saling menempatkan diri. Semua keputusan ada prosesnya. Ini pembelajaran bagi kita semua,” pungkasnya. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar