“Kami telah menyiapkan mekanisme operasi pasar yang akan dilaksanakan di sejumlah kecamatan dan dilakukan beberapa kali menjelang Hari Raya Idulfitri, dengan mempertimbangkan kondisi harga di lapangan,” jelasnya.
Nurrahmani menambahkan, pelaksanaan operasi pasar tidak dilakukan secara serentak, melainkan bertahap sesuai kebutuhan. Pola ini diterapkan agar intervensi dapat lebih efektif dan menyesuaikan dinamika harga yang terjadi di waktu tertentu.
Di sisi lain, Disdag Samarinda juga mendorong optimalisasi produksi lokal sebagai penyangga pasokan.
Koordinasi dilakukan dengan perangkat daerah terkait di sektor pertanian agar hasil produksi petani setempat dapat lebih diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Samarinda.
Langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi petani lokal dalam menjaga stabilitas harga.
“Kami mendorong sektor pertanian untuk turut mendukung ketersediaan bahan pangan, sehingga distribusi hasil petani lokal dapat dimaksimalkan untuk memenuhi kebutuhan di dalam daerah,” tambah Nurrahmani.
Dengan berbagai langkah antisipatif tersebut, Disdag Samarinda optimistis ketersediaan bapokting selama Ramadan hingga Lebaran dapat terjaga dengan baik.
Pemerintah kota memastikan pemantauan harga akan terus dilakukan secara berkala serta siap mengambil langkah lanjutan apabila terjadi gejolak di pasar.
“Kami berharap stok tetap aman dan harga tetap stabil. Pemantauan serta koordinasi dengan distributor akan terus kami lakukan,” pungkasnya.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar