BorneoFlash.com, NUSANTARA — Ibu Kota Nusantara (IKN) dikembangkan sebagai laboratorium hidup bagi riset dan pendidikan pembangunan kota berkelanjutan.
Melalui kerja sama akademis antara Otorita IKN, konsorsium Leiden–Delft–Erasmus Universities (LDE), dan Universitas Mulawarman, ruang pembelajaran langsung bagi generasi muda dibuka di Auditorium Kantor Balai Kota Otorita IKN, KIPP Nusantara, pada Kamis (5/2/2026).
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut nota kesepahaman (MoU) terkait riset pengembangan perkotaan berkelanjutan dan landscape-based management. Forum tersebut juga menjadi bagian dari penjajakan kerja sama lanjutan yang mencakup pengembangan kapasitas, program short course, magang, hingga peluang studi ke Belanda bagi insan Otorita IKN.
Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita IKN, Myrna Asnawati Safitri, menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam pengembangan riset di kawasan Nusantara.
“Otorita IKN memiliki kerja sama dengan konsorsium LDE. Hari ini, sejumlah mahasiswa, terutama mahasiswa magister dari berbagai disiplin ilmu, ingin mengembangkan riset mengenai IKN. Kami juga memikirkan program bersama yang dapat diikuti insan Otorita IKN ke depan,” ujarnya.
Kegiatan ini menjadi ruang bagi pegawai Otorita IKN dari berbagai kedeputian—yang didominasi generasi muda—untuk menyampaikan gagasan dan konsep perencanaan kota masa depan. Forum tersebut sekaligus membuka diskusi langsung antara pegawai Otorita IKN dan akademisi dari Indonesia maupun Belanda.
Kepala Riset Department of Urbanism, Delft University of Technology, Prof. dr. ing. Steffen Nijhuis, yang mewakili konsorsium LDE, menilai IKN sebagai laboratorium hidup berskala global untuk pengembangan kota dan lanskap berkelanjutan.
“Kami senang bisa melihat langsung perkembangan kota ini, termasuk berdiskusi dengan generasi muda yang terlibat dalam perencanaan, pembangunan, dan pengelolaan kota. Menurut saya, Nusantara adalah laboratorium hidup, tidak hanya untuk Indonesia, tetapi juga untuk dunia,” ujarnya.
Apresiasi juga disampaikan Dekan Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman, Irawan Wijaya Kusuma. Ia menilai forum diskusi tersebut menjadi ruang pertukaran pengetahuan sekaligus penguatan peran generasi muda dalam mendukung pembangunan IKN.
“Dalam lima sampai sepuluh tahun ke depan, tanggung jawab ini akan beralih kepada generasi muda yang melanjutkan peran yang sebelumnya kita jalankan,” katanya.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke sejumlah titik strategis di KIPP Nusantara, seperti kawasan Kantor Bersama, Miniatur Hutan Hujan Tropis (MHHT), dan area glamping. Rangkaian agenda ditutup dengan penanaman pohon di Plaza Bhinneka Tunggal Ika sebagai simbol komitmen keberlanjutan Nusantara.
Melalui kolaborasi akademik ini, Otorita IKN menegaskan komitmennya menjadikan Nusantara sebagai ruang pembelajaran terbuka yang mendorong riset, inovasi, dan kepemimpinan generasi masa depan dalam pembangunan kota berkelanjutan. (*/Humas Otorita IKN)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar