Berita Kota Samarinda

Pencurian Helm Berulang, Dugaan Penadah Menguat di Sejumlah Titik Samarinda

lihat foto
Simpang Jalan A.M. Sangaji–Perniagaan, Samarinda, area yang dikenal sebagai lokasi jual beli helm bekas. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa
Simpang Jalan A.M. Sangaji–Perniagaan, Samarinda, area yang dikenal sebagai lokasi jual beli helm bekas. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa

BorneoFlash.com, SAMARINDA — Aksi pencurian helm di kawasan parkir Samarinda semakin menunjukkan pola yang mengkhawatirkan.

Peristiwa yang kerap dianggap sepele itu kini dipandang sebagai bagian dari persoalan yang lebih sistemik, bukan semata akibat kelengahan pemilik kendaraan.

Frekuensi kehilangan helm yang terus berulang memunculkan dugaan adanya mata rantai penadahan yang beroperasi secara konsisten.

Helm yang dicuri disebut dapat dengan cepat dialihkan menjadi uang tunai, terutama di wilayah yang berdekatan dengan pusat aktivitas ekonomi warga.

Sorotan publik kembali mengarah ke kawasan simpang Jalan A.M. Sangaji–Perniagaan, tidak jauh dari Pasar Segiri.

Perhatian tersebut menguat setelah sebuah video beredar luas di media sosial, memperlihatkan seorang terduga pelaku pencurian yang secara terbuka menyebut lokasi tempat penjualan helm hasil curiannya.

Penelusuran di lapangan menunjukkan aktivitas jual beli helm bekas masih berlangsung secara terbuka. Sejumlah lapak terlihat tetap melayani transaksi, meskipun asal-usul helm yang diperjualbelikan tidak selalu disertai keterangan yang jelas.

Seorang pedagang helm bekas yang meminta identitasnya dirahasiakan mengakui bahwa pembelian kerap dilakukan dari penjual perorangan. Ia mengklaim hanya menilai kelayakan fisik barang sebelum memutuskan transaksi.

“Apabila kondisi helm sudah rusak berat atau kaca pelindungnya pecah, biasanya tidak saya beli karena sulit untuk dipasarkan kembali,” tuturnya, pada Senin (26/1/2026).


Situasi tersebut memunculkan kekhawatiran di tengah masyarakat. Keberadaan pasar helm bekas yang tidak dilengkapi mekanisme verifikasi dinilai membuka ruang bagi praktik pencurian untuk terus berulang.

Nilai kerugian korban memang relatif kecil, namun dampak sosial dan rasa aman warga dinilai jauh lebih besar.

Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menyatakan telah mencermati persoalan tersebut. Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, mengungkapkan bahwa laporan dan keluhan warga terkait pencurian helm telah menjadi perhatian pemerintah daerah.

Ia menegaskan bahwa penanganan persoalan ini membutuhkan kerja sama lintas pihak, khususnya antara pemerintah dan aparat penegak hukum.

“Aspirasi masyarakat terkait maraknya pencurian helm tentu kami terima. Namun demikian, masyarakat juga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan saat memarkir kendaraan. Pemerintah akan melakukan koordinasi lanjutan dengan aparat keamanan dan kepolisian,” ujar Saefuddin.

Terkait kemungkinan pengetatan atau pengaturan aktivitas perdagangan helm bekas, Saefuddin menyatakan belum ada kebijakan yang ditetapkan. Menurutnya, langkah tersebut masih memerlukan kajian mendalam.

“Apabila ke depan diperlukan imbauan atau kebijakan khusus, hal itu akan dipelajari terlebih dahulu. Wali Kota juga terus memantau perkembangan situasi di lapangan,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan peringatan keras kepada pelaku pencurian helm. Saefuddin menilai risiko yang dihadapi pelaku jauh lebih besar dibandingkan nilai ekonomi helm yang diambil.

“Jangan sampai karena helm dengan harga ratusan ribu rupiah, keselamatan jiwa justru menjadi taruhan. Risiko tindakan main hakim sendiri di lapangan bisa berakibat fatal,” tegasnya. (*)

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar