Headline E-Paper BorneoFlash Edisi Senin 26 Januari 2026: Tangis Pecah di Posko SAR! Korban Terakhir ATR 42-500 Ditemukan di Jurang Bulusaraung

oleh -
Penulis: Redaksi
Editor: Ardiansyah
Headline E-Paper BorneoFlash Edisi Senin 26 Januari 2026.
Headline E-Paper BorneoFlash Edisi Senin 26 Januari 2026.

BorneoFlash.com, MAKASSAR — Penantian panjang tim SAR gabungan akhirnya berakhir. Jenazah terakhir korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, berhasil ditemukan pada Jumat (23/1/2026) pagi.

 

Korban ke-10 sekaligus yang terakhir ditemukan dalam kondisi tidak utuh di area jurang terjal pegunungan. Penemuan ini menandai tuntasnya seluruh misi pencarian korban kecelakaan pesawat nahas tersebut.

 

Asisten Operasi Kodam XIV Hasanuddin, Kolonel Inf Dody Triyo Hadi, mengungkapkan korban ditemukan oleh tim Elang 5 Yonif 700 Raider Kodam XIV Hasanuddin bersama tim SAR gabungan.

 

“Paket 10 telah ditemukan oleh tim Elang, Elang 5 Yonif 700 Raider Kodam XIV Hasanuddin beserta tim SAR gabungan,” ujar Dody di Posko SAR Gabungan, Jumat (23/1/2026).

 

Korban terakhir ditemukan sekitar pukul 08.59 Wita dan baru dapat dipastikan pada pukul 09.16 Wita. Hingga kini, pihak TNI dan Basarnas belum merinci lebih lanjut identitas maupun detail lokasi penemuan.

 

“Pada pukul 08.59 Wita kami dapat informasi, dan pukul 09.16 Wita baru bisa dipastikan bahwa paket korban ke-10 telah ditemukan,” jelasnya.

 

Dody menegaskan, dengan ditemukannya satu korban hari ini, maka seluruh korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 telah berhasil ditemukan.

 

“Alhamdulillah, hari ketujuh kita bisa menemukan seluruh korban dan benda penting dari pesawat. Operasi ini kami nyatakan tuntas dengan sandi ‘Sapu Bersih’,” tegasnya.

 

Korban Ditemukan di Jurang, Kondisi Tidak Utuh

Kepala Basarnas Marsdya TNI Mohammad Syafii membenarkan kondisi jenazah korban terakhir yang tidak utuh. Korban ditemukan di jurang dengan medan ekstrem sehingga evakuasi memerlukan teknik khusus.

 

“Korban ditemukan dalam kondisi jenazah, namun terdapat bagian tubuh yang tidak lengkap,” kata Syafii di Lanud Hasanuddin, Jumat (23/1/2026).

Baca Juga :  Serentak di Medan, XL Axiata Gelar Sentra Vaksinasi dan Pengenalan Jaringan 5G

 

Kolonel Dody menjelaskan, lokasi penemuan berada di coakan tebing yang menjadi aliran air saat hujan, sehingga menyulitkan proses evakuasi.

 

“Lokasinya di jurang pegunungan, sehingga diperlukan teknik khusus untuk mengangkat jenazah,” ujarnya.

Simak berita dan artikel BorneoFlash lainnya di  Google News

Jangan ketinggalan berita terbaru! Follow Instagram  dan subscribe channel YouTube BorneoFlash Sekarang

No More Posts Available.

No more pages to load.