BorneoFlash.com, JAKARTA – Kemdiktisaintek RI menggandeng BPSDM ESDM Kementerian ESDM untuk mempercepat transisi energi melalui Program Renewable Energy Skills Development (RESD), kemitraan bilateral Pemerintah Indonesia dan Swiss State Secretariat for Economic Affairs (SECO).
Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdiktisaintek Khairul Munadi menilai RESD sebagai program strategis yang memperkuat pendidikan vokasi energi terbarukan berbasis kebutuhan industri dan berorientasi pada keterserapan lulusan.
Melalui RESD, Kemdiktisaintek dan BPSDM ESDM menyelaraskan kurikulum dengan dunia usaha dan industri, meningkatkan kapasitas dosen dan instruktur melalui dukungan universitas terapan Swiss, serta menyelenggarakan Program Diploma 4 Spesialisasi Energi Terbarukan di sejumlah politeknik negeri.
Kepala BPSDM ESDM Prahoro Yulijanto Nurtjahyo menegaskan pihaknya sejak awal melibatkan industri agar pendidikan vokasi selaras dengan kebutuhan dunia kerja. Program ini menargetkan lebih dari 900 lulusan sarjana terapan di bidang energi terbarukan untuk mendukung pencapaian Net Zero Emissions 2060 atau lebih cepat.
Pada Fase 1 periode Desember 2020 – Juli 2025, RESD menyusun kurikulum energi terbarukan berbasis industri, membuka Program D4 Energi Terbarukan di lima politeknik negeri, serta melatih teknisi PLTS, PLTS-diesel, dan PLTMH di empat balai pelatihan dengan dukungan universitas terapan Swiss. (*)






