Pemprov Kaltim

Perluas Akses Layanan Kesehatan 3T, Dinkes Kaltim Siapkan Ambulans Air

zoom-inlihat foto
Ambulans terapung bantuan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Foto: HO/adpim Kaltim
Ambulans terapung bantuan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Foto: HO/adpim Kaltim

BorneoFlash.com, SAMARINDA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) melalui Dinas Kesehatan terus memperkuat upaya pemerataan pelayanan kesehatan, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah pedalaman dan pesisir dengan keterbatasan akses darat.

Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah penyediaan ambulans terapung sebagai moda transportasi medis berbasis perairan.

Kehadiran ambulans air dinilai relevan dengan kondisi geografis Kalimantan Timur yang masih didominasi oleh sungai dan kawasan kepulauan.

Armada ini dirancang untuk menjangkau daerah-daerah yang hanya dapat diakses melalui jalur air, sehingga proses evakuasi pasien maupun rujukan ke fasilitas kesehatan dapat dilakukan secara lebih cepat dan aman.

Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Jaya Mualimin, menyatakan bahwa ambulans terapung memiliki peran vital dalam mendukung pelayanan kesehatan di wilayah dengan infrastruktur terbatas.

Menurutnya, fasilitas tersebut menjadi solusi efektif bagi daerah yang belum terhubung secara optimal dengan jaringan jalan darat.

“Ambulans terapung berfungsi sebagai sarana penting untuk menjamin layanan kesehatan tetap tersedia, khususnya di wilayah Kalimantan Timur yang aksesnya bergantung pada jalur sungai dan perairan,” ujar Jaya, pada Selasa (13/1/2026).


Ia menjelaskan, Pemerintah Provinsi Kaltim membuka ruang bagi pemerintah kabupaten dan kota yang membutuhkan sarana serupa untuk mengajukan usulan bantuan.

Salah satu daerah yang telah menerima dukungan tersebut adalah Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), yang memperoleh satu unit ambulans air dengan nilai anggaran sekitar Rp1,7 miliar.

Lebih lanjut, Jaya menegaskan bahwa pengelolaan serta operasional ambulans terapung sepenuhnya diserahkan kepada pemerintah daerah penerima. Skema ini dimaksudkan agar layanan dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat setempat dan dikelola secara mandiri.

Ia juga memastikan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir terkait biaya layanan. Menurutnya, penggunaan ambulans terapung telah terintegrasi dengan sistem pembiayaan BPJS Kesehatan.

“Layanan ambulans terapung telah masuk dalam cakupan pembiayaan BPJS Kesehatan, sehingga masyarakat dapat mengaksesnya tanpa beban biaya tambahan,” jelasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Jaya Mualimin. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa
Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, Jaya Mualimin. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa

Meskipun akses jalan darat dari Tering menuju Ujoh Bilang di Mahakam Ulu telah diresmikan dan membantu meningkatkan mobilitas, kebutuhan transportasi medis melalui jalur air masih tergolong mendesak.

Berdasarkan catatan Mureks, kondisi jalan dari Ujoh Bilang menuju Long Apari hingga kini belum sepenuhnya layak digunakan.


Kondisi tersebut menjadikan ambulans air sebagai pilihan paling efektif dalam proses evakuasi pasien.

Jaya menilai, keberadaan armada ini sangat penting dalam mendukung sistem rujukan serta pelayanan kesehatan primer di wilayah terdepan, terpencil, dan tertinggal (3T) yang memiliki karakteristik geografis sungai dan kepulauan.

“Dalam konteks wilayah dengan tantangan geografis tinggi, ambulans terapung merupakan elemen krusial untuk memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan secara optimal,” ungkapnya.

Penyerahan ambulans terapung kepada Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu dilakukan secara langsung oleh Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud.

Prosesi tersebut berlangsung di Pelabuhan Ujoh Bilang, Mahakam Ulu, pada Rabu (7/1), sebagai wujud komitmen pemerintah provinsi dalam memperkuat layanan dasar kesehatan di kawasan hulu Sungai Mahakam.

Selain Mahakam Ulu, Dinas Kesehatan Kaltim juga tengah memetakan sejumlah wilayah terluar lainnya yang berpotensi menerima bantuan serupa.

Kawasan kepulauan Derawan dan Maratua di Kabupaten Berau disebut masuk dalam daftar wilayah yang dipertimbangkan untuk pengadaan ambulans terapung pada tahap selanjutnya.

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar