Surplus Jagung Naik, Pemerintah Dorong Bulog Ekspor

oleh -
Penulis: Wahyuddin Nurhidayat
Editor: Ardiansyah
Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (tengah), Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani (kiri) dalam Panen Raya Jagung Kuartal I Tahun 2026 Swasembada Jagung di Tembong Gunung, Desa Sukamahi, Kecamatan Cikarang Pusat, Bekasi, Kamis (8/1/2025).FOTO: ANTARA/HO-Bapanas.
Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (tengah), Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani (kiri) dalam Panen Raya Jagung Kuartal I Tahun 2026 Swasembada Jagung di Tembong Gunung, Desa Sukamahi, Kecamatan Cikarang Pusat, Bekasi, Kamis (8/1/2025).FOTO: ANTARA/HO-Bapanas.
banner 300×250

BorneoFlash.com, JAKARTA – Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat Indonesia mengalami surplus produksi jagung. Pemerintah mendorong Perum Bulog menyiapkan ekspor untuk meningkatkan perekonomian nasional dan kesejahteraan petani.

 

Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan Bulog harus segera bersiap mengekspor jagung.

 

Ia menyampaikan hal tersebut saat panen raya jagung bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Heriyadi di Bekasi, Jawa Barat.

 

Pada periode yang sama, kebutuhan konsumsi jagung mencapai 15,65 juta ton sehingga Indonesia membukukan surplus 463,9 ribu ton.

 

Surplus jagung meningkat 23,2 persen dibandingkan 2023 yang tercatat 307,4 ribu ton. Kenaikan ini memperkuat kesiapan pemerintah menugaskan Bulog melaksanakan ekspor jagung.

 

Produksi jagung nasional juga mendapat dukungan Polri sebesar 3,5 juta ton atau 20 persen dari total produksi nasional 2025.

 

Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, sektor pangan mencatat kinerja positif. Produksi beras pada 2025 mencapai 34,7 juta ton dengan stok awal 3,2 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah, sementara produksi jagung terus meningkat signifikan.

 

Berdasarkan Proyeksi Neraca Pangan Nasional, realisasi ekspor jagung hingga November 2025 mencapai 21,3 ribu ton. Pemerintah juga tidak melakukan impor jagung pakan untuk Cadangan Jagung Pemerintah.

 

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan Bulog siap mengeksekusi ekspor jagung dan beras pada 2026 sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. (*)

Simak berita dan artikel BorneoFlash lainnya di  Google News

Jangan ketinggalan berita terbaru! Follow Instagram  dan subscribe channel YouTube BorneoFlash Sekarang

No More Posts Available.

No more pages to load.