Berdasarkan data posko, puncak arus mudik terjadi pada 22 Desember 2025 dengan 137 penerbangan dan 19.147 penumpang, sementara puncak arus balik terjadi pada 4 Januari 2026 dengan 127 penerbangan dan 18.346 penumpang.
Sepanjang tahun 2025, Bandara SAMS Sepinggan mencatat 48.292 pergerakan pesawat, 5.271.140 penumpang, serta 55.583 ton kargo, menjadikannya sebagai pintu gerbang utama transportasi udara di Kalimantan Timur.
Rute tujuan Jakarta masih menjadi yang paling diminati, disusul Makassar, Surabaya, Yogyakarta, dan Tarakan. Terkait proyeksi trafik ke depan, Iwan berharap jumlah penumpang pada tahun 2026 dapat meningkat dibandingkan 2025.
Menurutnya, fluktuasi penumpang dipengaruhi oleh beberapa faktor, mulai dari durasi libur nasional yang relatif singkat, sebagian masyarakat yang menunda perjalanan hingga Lebaran, hingga keterbatasan armada pesawat.
“Informasi dari Kementerian Perhubungan menyebutkan lebih dari 200 pesawat saat ini masih dalam masa perawatan, sehingga memengaruhi rotasi penerbangan maskapai,” jelasnya.
Meski demikian, pihak bandara optimistis trafik penumpang akan meningkat pada angkutan Lebaran mendatang. Bandara SAMS Sepinggan pun tengah bersiap mengoperasikan Posko Angkutan Lebaran dengan melibatkan seluruh stakeholder terkait.
“Berapa pun jumlah penumpang yang dilayani, kami berkomitmen terus memberikan pelayanan terbaik dan memastikan kenyamanan serta keselamatan pengguna jasa bandara,” ujarnya. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar