Pemkot Balikpapan

Gelar Tabligh Akbar, Sambut Peringatan Isra Mi’raj dan HUT ke 129 Balikpapan

Tabligh Akbar di Masjid Madinatul Iman Balikpapan Islamic Center (BIC), pada Sabtu (3/12/2026). Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri
Tabligh Akbar di Masjid Madinatul Iman Balikpapan Islamic Center (BIC), pada Sabtu (3/12/2026). Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri

BorneoFlash.com, BALIKPAPAN – Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW dimaknai Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan bukan sekadar peristiwa monumental dalam sejarah Islam, melainkan tonggak spiritual yang meneguhkan hubungan antara iman dan amal dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Balikpapan, Agus Budi Prasetyo, menyampaikan bahwa peristiwa Isra Mi’raj menjadi pengingat penting akan fondasi utama umat Islam, yakni perintah salat, yang membentuk pribadi beriman, berakhlak, serta memiliki daya juang tinggi.

“Isra Mi’raj mengajarkan bahwa kemajuan sejati tidak hanya diukur dari pembangunan fisik dan materi, tetapi juga dari kekuatan iman, keteguhan moral, kejujuran, dan tanggung jawab dalam setiap usaha yang kita lakukan,” ujarnya, saat memberikan sambutan Tabligh Akbar di Masjid Madinatul Iman Balikpapan Islamic Center (BIC), pada Sabtu (3/12/2026).

Agus menambahkan, peringatan Isra Mi’raj tahun ini memiliki makna khusus karena beriringan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-129 Kota Balikpapan.

Tabligh Akbar di Masjid Madinatul Iman Balikpapan Islamic Center (BIC), pada Sabtu (3/12/2026). Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri
Tabligh Akbar di Masjid Madinatul Iman Balikpapan Islamic Center (BIC), pada Sabtu (3/12/2026). Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri

Menurutnya, usia tersebut mencerminkan perjalanan panjang Balikpapan dari wilayah pesisir sederhana hingga tumbuh menjadi kota penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) yang terus bertransformasi menuju kota global yang maju dan berdaya saing.

Tema peringatan, Isra Mi’raj sebagai Spirit Memperkuat Iman dan Usaha Menuju Kota Global dalam Bingkai Madinatul Iman, disebut menjadi pengingat bahwa arah pembangunan Balikpapan harus selalu berlandaskan nilai-nilai religius, kearifan lokal, serta semangat kebersamaan.


“Konsep Madinatul Iman bukan sekadar slogan, melainkan komitmen moral bersama agar Balikpapan tumbuh sebagai kota modern yang tetap menjunjung tinggi nilai keimanan, toleransi, dan akhlakul karimah,” tegasnya.

Menuju cita-cita sebagai kota global, Agus menekankan pentingnya etos kerja, profesionalisme, dan inovasi yang diiringi iman yang kokoh serta usaha yang jujur.

Ia mengajak seluruh masyarakat Balikpapan untuk memperkuat nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari, menjaga persatuan dan kerukunan antarumat beragama, serta mendukung pembangunan kota dengan semangat gotong royong.

Pemkot Balikpapan, lanjut Agus, berkomitmen menghadirkan pembangunan yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan, sejalan dengan karakter masyarakat Balikpapan yang dikenal santun dan terbuka.

Tabligh Akbar di Masjid Madinatul Iman Balikpapan Islamic Center (BIC), pada Sabtu (3/12/2026). Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri
Tabligh Akbar di Masjid Madinatul Iman Balikpapan Islamic Center (BIC), pada Sabtu (3/12/2026). Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri

“Di usia ke-129 tahun ini, mari kita jadikan momentum Isra Mi’raj sebagai refleksi dan energi baru, agar Balikpapan tidak hanya maju secara fisik, tetapi juga kuat secara spiritual dan sosial,” tutupnya.

Ia berharap, melalui keberkahan peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW dan doa bersama seluruh masyarakat, Kota Balikpapan senantiasa diberi perlindungan, kemajuan, dan kesejahteraan, serta mampu mewujudkan cita-cita sebagai kota global dalam bingkai Madinatul Iman.

Simak berita dan artikel BorneoFlash lainnya di  Google News

Jangan ketinggalan berita terbaru! Follow Instagram  dan subscribe channel YouTube BorneoFlash Sekarang

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar