Guru-guru dari sekolah tersebut telah mendapat pembekalan khusus agar mampu menjadi penyuluh antikorupsi, tidak hanya bagi siswa tetapi juga lingkungan sekolah.
Sekolah-sekolah perintis itu SDN 009 Balikpapan Utara; SDN 015 Balikpapan Selatan; SDN 005 Balikpapan Tengah; SDN 001 Balikpapan Kota; SDN 005 Balikpapan Barat; SDN 012 Balikpapan Timur; SD Patra Darma 1; SDIT Balikpapan Islamic School; SD Lukman Al Hakim; SD Kemala Bhayangkari; SDIT As'Adiyah Manuntung dan SDIT Nurul Ilmi.
Tingkat SMP yakni SMPN 1; SMPN 7; SMPN 9; SMPN 14; SMPN 17; SMPN 19; SMPIT Istiqamah YPAIT Balikpapan; SMP Al Iman Islamic School; SMP Nasional KPS; SMPIT As’adiyah Manuntung dan SMPIT Al Azhar Boarding School.
Irfan menegaskan bahwa pendidikan antikorupsi adalah investasi moral untuk masa depan bangsa. “Indonesia Emas bukan hanya menjadikan negara ini hebat, tetapi juga menciptakan anak-anak yang hebat, yang paham integritas dan menjauhi korupsi sejak dini,” tegasnya.
Ia berharap proses produksi modul dapat dimulai awal tahun depan, sehingga tahun pelajaran 2026 modul antikorupsi sudah bisa diajarkan di seluruh sekolah.
“Alhamdulillah kolaborasi dengan Inspektorat berjalan baik, dan hari ini kita bisa launching modulnya. Semoga ini menjadi langkah besar bagi Balikpapan mencetak generasi antikorupsi,” tutup Irfan.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar