Disdikbud Kota Balikpapan

24 Sekolah Balikpapan Ditunjuk Jadi Pelopor Pendidikan Antikorupsi Sejak Dini

lihat foto
Disdikbud Balikpapan bekerja sama dengan inspektorat meluncurkan modul pembelajaran antikorupsi, pada peringatan Hari Antikorupsi Sedunia di Balikpapan, pada hari Senin, 18 Desember 2025 di Auditorium Balai Kota pada Senin (8/12/2025). Foto: BorneoFlash/N
Disdikbud Balikpapan bekerja sama dengan inspektorat meluncurkan modul pembelajaran antikorupsi, pada peringatan Hari Antikorupsi Sedunia di Balikpapan, pada hari Senin, 18 Desember 2025 di Auditorium Balai Kota pada Senin (8/12/2025). Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri

BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan dalam menanamkan nilai kejujuran sejak dini semakin nyata.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan resmi meluncurkan modul ajar antikorupsi yang akan digunakan sebagai Muatan Lokal (Mulok) di sekolah-sekolah dasar dan menengah pertama.

Kepala Disdikbud Kota Balikpapan, Irfan Taufik, mengatakan modul ini merupakan hasil kerja selama satu tahun terakhir, Setelah dilakukan MoU antara Disdikbud dan Inspektorat terkait pendidikan antikorupsi sejak usia dini.

“Modul ini disusun oleh guru-guru kita yang tergabung dalam komunitas Sagu-Saku, Satu Guru Satu Buku. Ini adalah modul muatan lokal ketiga setelah Lingkungan Hidup dan Keberagaman Balikpapan,” ujar Irfan usai Launching Modul Pendidikan Budaya Antikorupsi Sejak Dini, di Auditorium Balai Kota pada Senin (8/12/2025).

Tidak berhenti di situ, saat ini para guru juga tengah menyusun modul keempat, yakni pembelajaran anti narkoba, bekerja sama dengan BNN Balikpapan.

Sekitar 20 guru SD dan SMP terlibat sebagai penulis modul-modul tersebut. Irfan menegaskan bahwa Balikpapan menjadi daerah pertama di Kaltim yang memiliki modul ajar antikorupsi tersusun secara resmi.

Pembagian modul akan disesuaikan dengan kemampuan dana BOS sekolah masing-masing karena buku ini tidak diperjualbelikan, melainkan diproduksi secara mandiri untuk kebutuhan pembelajaran.

“Jika masuk mulok, berarti modul ini otomatis masuk ke dalam mata pelajaran anak-anak,” tambahnya.


Peluncuran modul ini juga dibarengi dengan penunjukan 24 sekolah sebagai rintisan Sekolah Berintegritas, yang menjadi model penerapan pendidikan antikorupsi secara lebih intensif.

Guru-guru dari sekolah tersebut telah mendapat pembekalan khusus agar mampu menjadi penyuluh antikorupsi, tidak hanya bagi siswa tetapi juga lingkungan sekolah.

Sekolah-sekolah perintis itu SDN 009 Balikpapan Utara; SDN 015 Balikpapan Selatan; SDN 005 Balikpapan Tengah; SDN 001 Balikpapan Kota; SDN 005 Balikpapan Barat; SDN 012 Balikpapan Timur; SD Patra Darma 1; SDIT Balikpapan Islamic School; SD Lukman Al Hakim; SD Kemala Bhayangkari; SDIT As'Adiyah Manuntung dan SDIT Nurul Ilmi.

Tingkat SMP yakni SMPN 1; SMPN 7; SMPN 9; SMPN 14; SMPN 17; SMPN 19; SMPIT Istiqamah YPAIT Balikpapan; SMP Al Iman Islamic School; SMP Nasional KPS; SMPIT As’adiyah Manuntung dan SMPIT Al Azhar Boarding School.

Irfan menegaskan bahwa pendidikan antikorupsi adalah investasi moral untuk masa depan bangsa. “Indonesia Emas bukan hanya menjadikan negara ini hebat, tetapi juga menciptakan anak-anak yang hebat, yang paham integritas dan menjauhi korupsi sejak dini,” tegasnya.

Disdikbud Balikpapan bekerja sama dengan inspektorat meluncurkan modul pembelajaran antikorupsi, pada peringatan Hari Antikorupsi Sedunia di Balikpapan, pada hari Senin, 18 Desember 2025 di Auditorium Balai Kota pada Senin (8/12/2025). Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri
Disdikbud Balikpapan bekerja sama dengan inspektorat meluncurkan modul pembelajaran antikorupsi, pada peringatan Hari Antikorupsi Sedunia di Balikpapan, pada hari Senin, 18 Desember 2025 di Auditorium Balai Kota pada Senin (8/12/2025). Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri

Ia berharap proses produksi modul dapat dimulai awal tahun depan, sehingga tahun pelajaran 2026 modul antikorupsi sudah bisa diajarkan di seluruh sekolah.

“Alhamdulillah kolaborasi dengan Inspektorat berjalan baik, dan hari ini kita bisa launching modulnya. Semoga ini menjadi langkah besar bagi Balikpapan mencetak generasi antikorupsi,” tutup Irfan.

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar