Pola ini dibuat untuk memudahkan pengawasan sekaligus memberikan kenyamanan bagi pengunjung.
Untuk menghindari kecemburuan antar pedagang, penentuan lokasi lapak dilakukan melalui sistem pengundian digital.
“Kami tidak ingin ada anggapan pilih kasih. Dengan sistem undian, semua pedagang mendapatkan kesempatan yang sama,” ujar Sayid.
Pemkab Kukar juga menargetkan peresmian Pasar Tangga Arung sebagai bagian dari agenda awal tahun 2026. Launching pasar direncanakan berlangsung pada 1 Januari 2026, dengan kemungkinan dikemas bersamaan dengan perayaan malam tahun baru.
“Kalau nanti perayaan malam tahun baru dipusatkan di sini, sekalian kita kenalkan pasar yang baru kepada masyarakat. Konsepnya masih dibahas,” ungkapnya.
Ke depan, Pasar Tangga Arung diharapkan tidak hanya menjadi penopang ekonomi pedagang kecil, tetapi juga menjadi ikon baru ruang publik di Kukar.
Pemerintah daerah menargetkan kawasan ini menjadi pusat interaksi warga, tempat berbelanja, berkumpul, hingga bersantai di malam hari dengan fasilitas kuliner dan area bermain anak.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar