Pemkot Balikpapan

RDMP Pertamina Jadi Penopang Ekonomi Balikpapan, Sumbang 40 Persen PBB dan Dongkrak UMKM

lihat foto
Kepala BPPDRD Kota Balikpapan, Idham. Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri
Kepala BPPDRD Kota Balikpapan, Idham. Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri

BorneoFlash.com, BALIKPAPAN — Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Pertamina, terbukti menjadi motor penggerak utama pertumbuhan ekonomi Kota Balikpapan.

Hal ini disampaikan Kepala Badan Pengelola Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (BPPDRD) Kota Balikpapan, Idham, yang menilai RDMP memberi efek domino besar terhadap pendapatan daerah, pengembangan UMKM, hingga peningkatan kualitas pendidikan.

Idham menegaskan, sebagai kota tanpa sumber daya alam unggulan seperti daerah lain di Kalimantan Timur, Balikpapan sangat bergantung pada sektor jasa, industri, dan pergerakan konsumsi masyarakat.

Dalam situasi tersebut, RDMP hadir sebagai lokomotif ekonomi. “Dampaknya luar biasa terhadap perkembangan kota ini, baik dari sisi ekonomi maupun sosial,” ujarnya, pada Kamis (4/12/2025).

Kontribusi terbesar RDMP terlihat dari Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Dari total penerimaan PBB sekitar Rp120–125 miliar per tahun, hampir 40 persen diberikan oleh Pertamina dan kegiatan RDMP.

Idham menilai kontribusi ini sangat vital karena langsung menopang berbagai program pembangunan pemerintah kota. Kondisi ekonomi juga terdorong oleh meningkatnya aktivitas konsumsi, terutama di kawasan sekitar kilang.

Ribuan pekerja dan mitra kontraktor RDMP menciptakan pasar yang menguntungkan bagi UMKM seperti warung makan, rumah makan, pedagang harian, hingga usaha kecil lainnya, merasakan dampak langsung berupa peningkatan omzet yang akhirnya ikut menyumbang pada penerimaan pajak daerah.

Di sisi sosial, RDMP juga memainkan peran penting dalam penyerapan tenaga kerja lokal. Menurut Idham, banyak warga Balikpapan terserap dalam proyek tersebut selama masa pengerjaan, sehingga membantu menurunkan angka pengangguran dan memperbaiki kesejahteraan masyarakat.

Proyek ini juga memberikan manfaat di sektor pendidikan. Idham menyebut beberapa pembangunan fasilitas sekolah di wilayah Ring 1 tahun lalu, merupakan bagian dari kontribusi Pertamina dalam meningkatkan sarana pendidikan bagi warga sekitar.

Dengan besarnya kontribusi yang diberikan, Idham menilai RDMP telah menjadi proyek paling strategis bagi ekonomi Balikpapan dalam beberapa tahun terakhir.

“Pertamina dan RDMP-nya menjadi tulang punggung perekonomian Balikpapan,” pungkasnya.

RDMP tidak hanya memperkuat fondasi industri, tetapi juga menciptakan efek berantai yang menghidupkan berbagai sektor penting, menjadikannya salah satu proyek paling berdampak dalam sejarah pembangunan kota.

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar