BorneoFlash.com, PENAJAM – Rencana pembangunan jembatan tol penghubung Penajam–Balikpapan kembali menjadi perhatian serius DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).
Proyek strategis ini dinilai penting untuk mempercepat akses dan mobilitas masyarakat antardaerah.
Ketua DPRD PPU, Raup Muin, menegaskan pihaknya akan terus mengawal agar rencana pembangunan tersebut tidak berhenti sebatas wacana.
“DPRD pasti akan terus mendorong agar rencana ini benar-benar bisa terwujud. Kalau terealisasi, jembatan ini akan menjadi akses pendekat antarwilayah, bukan hanya untuk PPU dan Balikpapan, tapi juga antara Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur,” ujarnya, pada Kamis (4/12/2025).
Ia menjelaskan, jembatan yang direncanakan menghubungkan Kelurahan Nipah-Nipah di Penajam dengan Kelurahan Melawai di Balikpapan tersebut sebenarnya bukan proyek baru. Pembahasannya sudah dilakukan jauh sebelum pandemi Covid-19.
Rancangan teknis hingga kebutuhan anggaran juga disebut telah beberapa kali dibahas. Namun, Raup mengakui kendala terbesar hingga saat ini masih berada pada aspek pembiayaan.
“Persoalan utama memang masih soal anggaran. Saat ini kondisi keuangan daerah juga terbatas, termasuk adanya pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD) sekitar 50 persen. Karena itu, pembangunan jembatan ini sepenuhnya diajukan kepada pemerintah pusat,” jelasnya.
Saat ini, DPRD bersama pemerintah daerah terus melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat agar rencana pembangunan tetap berprogres dan tidak hilang dari daftar prioritas nasional.
Raup berharap proyek jembatan tol tersebut, yang dinilai strategis bagi percepatan pembangunan kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) dan PPU, dapat terus dikawal hingga benar-benar terealisasi.
“Semua rencana pembangunan harus diupayakan sampai terealisasi, utamanya yang berpihak dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” pungkasnya. (*/Adv)





