Berita Nasional Terkini

Tanah Masih Bergerak, 27 Warga Belum Ditemukan di Lokasi Longsor Pandanarum

Operasi pencarian korban longsor di Dusun Situkung, Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum, Banjarnegara kembali dilanjutkan pada Senin pagi, 17 November 2025. Foto: Dok. Antara
Operasi pencarian korban longsor di Dusun Situkung, Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum, Banjarnegara kembali dilanjutkan pada Senin pagi, 17 November 2025. Foto: Dok. Antara

BorneoFlash.com, BANJARNEGARA – Operasi pencarian korban longsor di Dusun Situkung, Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah kembali dilanjutkan pada Senin pagi, 17 November 2025.

Fokus utama tim SAR hari ini adalah mengevakuasi 34 warga yang sebelumnya terjebak di dalam hutan akibat kondisi ekstrem pada malam sebelumnya.

Sekitar 70 personel SAR dikerahkan, dibagi ke dalam tiga Search and Rescue Unit (SRU). Upaya ini melibatkan Basarnas, relawan gabungan, serta TNI–Polri yang bergerak dari posko utama sejak pagi.

795 Warga Mengungsi, PendataanKorban Terus Berjalan

Hingga saat ini jumlah pengungsi tercatat mencapai 795 jiwa, terdiri dari 638 warga di posko pengungsian, serta 157 warga yang memilih tinggal di rumah keluarga terdekat.

Lokasi pengungsian tersebar di Kantor Kecamatan Pandanarum, Gedung Haji Pringamba, GOR Desa Beji, serta beberapa rumah warga yang berada di zona aman.

Sementara itu, 27 warga masih belum diketahui keberadaannya. BPBD menyebut pendataan terus berkembang karena sebagian warga diduga berada di rumah saudara atau belum melakukan pelaporan.


194 Rumah Terdampak, Tim Pantau Pergerakan Tanah dari Udara

Total 194 rumah terdampak longsor, meliputi:

- 85 rumah di Dusun Pringamba RT 2 RW 3

- 45 rumah di Situkung RT 3 RW 3

- 64 rumah di Situkung RT 4 RW 3

- RT 1 RW 3 tercatat tanpa kerusakan

Kondisi tanah di titik longsor masih labil dan terus bergerak. Tim SAR menerbangkan drone untuk memantau kondisi dari udara dan memastikan tidak ada masyarakat yang kembali ke area rawan.

“Pergerakan tanah masih aktif dan lokasi sangat berbahaya, sehingga warga sama sekali tidak diperbolehkan mendekat,” tegas Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Banjarnegara, Raib Saekhudin.

Ia menambahkan bahwa tim darat tetap melakukan penyisiran untuk memastikan semua korban terdata.

“Kami masih melacak keberadaan 27 warga yang dilaporkan hilang. Data bisa berubah karena kemungkinan mereka berada di rumah kerabat atau belum melapor,” ujarnya.

BPBD kembali mengingatkan warga agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi longsor susulan, mengingat kondisi tanah di Pandanarum masih tidak stabil dan cuaca diprediksi berubah-ubah sepanjang hari. (*)

Simak berita dan artikel BorneoFlash lainnya di  Google News

Jangan ketinggalan berita terbaru! Follow Instagram  dan subscribe channel YouTube BorneoFlash Sekarang

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar