BorneoFlash.com, SAMARINDA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) memastikan bahwa dukungan terhadap para veteran dan janda veteran tetap menjadi prioritas, meskipun kebijakan efisiensi anggaran akan diberlakukan pada tahun depan.
Komitmen tersebut menjadi bentuk penghormatan pemerintah daerah terhadap jasa para pejuang yang telah berkontribusi bagi kemerdekaan dan pembangunan bangsa.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kaltim, Andi Muhammad Ishak, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan melakukan pengurangan pada program bantuan sosial yang ditujukan bagi veteran dan janda veteran.
Ia menilai, penghargaan terhadap jasa pahlawan merupakan amanat moral yang harus terus dijalankan pemerintah daerah.
“Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur tetap memberikan bantuan dalam bentuk uang tunai kepada para veteran dan janda veteran dengan nilai yang sama seperti tahun sebelumnya,” tutur Andi saat dikonfirmasi, pada Selasa (11/11/2025).
Data Dinas Sosial mencatat, terdapat 135 veteran yang masih aktif di Kalimantan Timur serta 256 janda veteran yang berhak menerima bantuan.
Setiap veteran menerima bantuan sebesar Rp3 juta per tahun, sementara janda veteran memperoleh Rp2,5 juta per tahun.
Andi menjelaskan bahwa penyaluran bantuan untuk tahun ini telah selesai dilaksanakan pada Oktober lalu.
Bantuan diberikan secara penuh untuk satu tahun anggaran.
“Seluruh penerima, termasuk janda veteran, sudah memperoleh haknya sesuai besaran yang ditetapkan,” jelasnya.
Selain bantuan rutin, Pemprov Kaltim juga menyediakan program bantuan pendidikan bagi anak-anak veteran.
Bantuan ini bersifat kebijakan khusus daerah dan menanggung seluruh biaya pendidikan selama mereka menempuh studi di wilayah Kalimantan Timur.
Menurut Andi, besaran bantuan sosial bagi veteran mengalami peningkatan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Beberapa tahun lalu nilainya hanya Rp2 juta, kemudian naik menjadi Rp2,5 juta, dan kini sudah mencapai Rp3 juta,” ungkapnya.
Ia menambahkan, hingga kini belum ada rencana untuk mengubah skema pemberian bantuan menjadi bulanan.
Namun, pemerintah daerah tetap membuka peluang adanya penyesuaian kebijakan di masa mendatang sesuai arahan Gubernur Kaltim.
Dalam menghadapi kebijakan efisiensi anggaran tahun depan, Dinsos Kaltim menegaskan bahwa veteran dan janda veteran tetap berada pada daftar prioritas penerima bantuan sosial.
“Kendati ada efisiensi anggaran, kami memastikan program untuk veteran tetap menjadi perhatian utama,” ujarnya menegaskan.
Andi juga menyampaikan bahwa jumlah veteran di Kaltim terus mengalami penurunan dari tahun ke tahun.
Dua tahun lalu jumlahnya tercatat sebanyak 169 orang, sementara kini tersisa 135 orang yang masih aktif.
Ia menekankan bahwa program bantuan bagi veteran bukan hanya wujud penghormatan, tetapi juga bentuk tanggung jawab pemerintah terhadap jasa para pejuang.
“Memberikan penghargaan kepada para veteran merupakan kewajiban pemerintah, baik pusat maupun daerah, sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian mereka,” pungkasnya.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar