TB Masih Mematikan di Kaltim, Hampir 300 Orang Meninggal Sepanjang 2025

oleh -
Penulis: Nur Ainunnisa
Editor: Ardiansyah
Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Timur, Jaya Mualimin. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa
Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Timur, Jaya Mualimin. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa
banner 300×250

Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa target penurunan prevalensi hingga 50 persen pada 2030 merupakan bagian dari upaya mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

 

Menurutnya, perhatian Presiden terhadap isu kesehatan, khususnya TB, sangat besar. 

 

“Penurunan prevalensi TB hingga 50 persen pada 2030 merupakan komitmen nasional yang harus diwujudkan secara kolaboratif,” ucapnya.

 

Sebagai tindak lanjut, Pemprov Kaltim telah menyiapkan dasar hukum berupa Peraturan Gubernur yang mengatur strategi percepatan penurunan prevalensi TB. 

 

Selain itu, telah diterbitkan pula Surat Keputusan Gubernur mengenai pembentukan Tim Percepatan Penanganan Tuberkulosis di Kaltim.

 

Tim tersebut melibatkan berbagai unsur melalui pendekatan pentahelix, yaitu kerja sama antara pemerintah, akademisi, tenaga kesehatan, pelaku usaha, dan masyarakat sipil. 

 

Pendekatan kolaboratif ini diharapkan mampu mempercepat penemuan kasus, pengobatan, serta peningkatan kesadaran masyarakat terhadap bahaya TB.

 

Jaya menegaskan, upaya menurunkan angka kematian akibat TB merupakan langkah penting dalam menciptakan masyarakat yang sehat dan produktif menjelang 2030. 

 

“Untuk mewujudkan generasi emas 2045, kita harus memastikan masyarakat dalam kondisi sehat dan sejahtera lebih dulu. Penanganan TB adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah,” pungkasnya.

Simak berita dan artikel BorneoFlash lainnya di  Google News

Jangan ketinggalan berita terbaru! Follow Instagram  dan subscribe channel YouTube BorneoFlash Sekarang

No More Posts Available.

No more pages to load.