Ia mengingatkan generasi muda agar tidak hanya mengejar gelar akademik, tetapi juga mengasah keterampilan praktis, mental tangguh, serta nilai-nilai integritas.
“Kami ingin memastikan para lulusan perguruan tinggi tidak hanya pintar secara teori, tetapi juga tangguh dan siap bersaing di dunia industri yang terus berubah,” ujarnya.
Pada tahun 2025, Kemnaker menargetkan 80 ribu peserta mengikuti Program Magang Nasional tahap II, yang akan berlangsung selama enam bulan.
Setiap peserta akan menerima uang saku setara upah minimum kabupaten/kota (UMK), serta perlindungan BPJS Ketenagakerjaan melalui skema Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).
Usai menyelesaikan program, peserta akan mendapatkan sertifikat resmi dari Kemnaker sebagai pengakuan atas kompetensi mereka di dunia kerja.
Pendaftaran dilakukan secara daring melalui platform SIAPKerja di laman resmi maganghub.kemnaker.go.id
“Kami berharap program ini menjadi batu loncatan bagi generasi muda untuk mendapatkan pengalaman, jejaring, dan peluang kerja yang lebih luas di masa depan,” pungkas Ferry. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar