BorneoFlash.com, JAKARTA – Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya bertemu Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, Wakil Menteri Afriansyah Noor, dan jajaran Kemnaker untuk membahas perkembangan Program Magang Nasional yang baru diluncurkan pemerintah.
“Menjelang akhir pekan, saya berdiskusi dengan Menaker, Wamen, dan jajaran Kemnaker mengenai progres Program Magang Nasional,” kata Teddy, Sabtu.
Ia menjelaskan, program ini memberi kesempatan bagi lulusan baru maksimal satu tahun setelah kelulusan untuk memperoleh pengalaman kerja dan memperluas lapangan kerja di berbagai sektor industri.
Kemnaker membuka tahap pertama pendaftaran peserta magang hingga 15/10/2025. Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui akun resmi Instagram @kemnaker. Peserta akan menerima upah sesuai Upah Minimum Provinsi (UMP) di daerah masing-masing.
Kemnaker juga memperpanjang pendaftaran bagi perusahaan hingga 15/10/2025 karena tingginya antusiasme pendaftar. Pendaftaran perusahaan dan pengajuan program pemagangan berlangsung pada 1–14/10/2025, diikuti pendaftaran peserta hingga 15/10/2025.
Kemnaker melakukan seleksi dan mengumumkan peserta pada 16–18/10/2025, lalu menjalankan program pemagangan mulai 20/10/2025 hingga 19/4/2026.
Pada tahap pertama, Kemnaker menargetkan 20.000 peserta. Selama enam bulan pemagangan, pemerintah memberikan uang saku setara Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) dan UMP DKI Jakarta melalui bank-bank Himbara (BNI, BRI, BTN, Mandiri, BSI).
Sesuai Permenaker Nomor 8 Tahun 2025, program ini terbuka bagi lulusan D1–S1 yang ijazahnya diterbitkan antara 1/10/2024–30/9/2025. Peserta mendaftar melalui platform MagangHub.Kemnaker.go.id. (*)





