BorneoFlash.com, BONTANG – Kota Bontang kembali mencatat langkah penting dalam perjalanan ekonominya. Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim), resmi menjadi daerah pertama di Indonesia yang mengimplementasikan program kemitraan antara usaha besar, pelaku UMKM, dan Koperasi Merah Putih.
Program ini menjadi wujud nyata pelaksanaan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya pada poin keenam yang menekankan pemberdayaan koperasi dan UMKM sebagai penggerak utama ekonomi rakyat.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang, Muhammad Aspiannur, menjelaskan bahwa kemitraan ini lahir dari kebutuhan untuk menghadirkan keadilan ekonomi di tengah dominasi investasi industri besar.
“Kami ingin mengubah pola lama. Selama ini investasi besar masuk, tapi manfaatnya belum sepenuhnya dirasakan rakyat kecil. Karena itu, kami mempertemukan usaha besar dengan Koperasi Merah Putih sebagai penghubung konkret antara industri besar dan UMKM lokal,” ujar Aspiannur, pada Rabu (29/10/2025).
Sebagai kota industri dan energi, Bontang selama ini menjadi rumah bagi sejumlah perusahaan besar di sektor migas dan petrokimia. Namun, tidak semua masyarakat ikut merasakan manfaat dari geliat investasi tersebut. Melalui Koperasi Merah Putih, pemerintah ingin memastikan keberadaan industri besar mampu menggerakkan ekonomi warga hingga ke tingkat kelurahan.
Koperasi kini tidak lagi sekadar lembaga keuangan rakyat, tetapi juga simbiosis baru antara dunia usaha besar dan ekonomi rakyat kecil.
“Kami ingin koperasi tidak hanya hidup, tapi juga menghidupkan. Melalui kemitraan dengan usaha besar, koperasi menjadi wadah pemberdayaan nyata bagi masyarakat,” lanjut Aspiannur.
Sejak diresmikan di 15 kelurahan, Koperasi Merah Putih berfungsi sebagai simpul penggerak ekonomi lokal. Dalam skema ini, koperasi menjadi perpanjangan tangan perusahaan besar untuk pembinaan, pengadaan, hingga distribusi produk lokal.
Bagi pelaku UMKM, skema ini membuka akses pasar lebih luas, sekaligus peluang menjadi bagian dari rantai pasok industri besar di Bontang.
Program kemitraan ini juga mencerminkan sinergi antara kebijakan nasional dan implementasi daerah. Asta Cita Presiden Prabowo menempatkan koperasi dan UMKM sebagai fondasi ekonomi rakyat, dan langkah Bontang menjadi contoh nyata bagaimana kebijakan pusat bisa diterjemahkan menjadi aksi lokal yang berdampak.
“Kami ingin menunjukkan bahwa sinergi antara usaha besar, koperasi, dan UMKM bisa menciptakan pemerataan manfaat pembangunan,” tutur Aspiannur.
Gerakan ini juga sejalan dengan visi Wali Kota Bontang yang menekankan transformasi, kolaborasi, dan inovasi dalam pembangunan daerah. Pemerintah berupaya agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya dirasakan oleh sebagian kelompok, tetapi juga menyentuh seluruh lapisan masyarakat.
“Sinergi antara usaha besar, koperasi, dan UMKM diharapkan menjadi model pembangunan ekonomi daerah yang berkelanjutan dan berkeadilan. Kemitraan Kuat, Ekonomi Hebat,” ucap Aspiannur.
Ia menegaskan bahwa inisiatif ini bukan sekadar kerja sama bisnis, melainkan gerakan sosial-ekonomi yang menandai perubahan besar arah pembangunan daerah.
“Kekuatan ekonomi rakyat bersatu dengan kekuatan industri. Inilah jalan menuju Bontang yang maju, mandiri, dan sejahtera,” pungkasnya. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar