Kodam VI/Mulawarman

Kodam VI/Mulawarman Gelar Doa Bersama Lintas Agama Peringati HUT ke-80 TNI

lihat foto
Kodam VI/Mulawarman menggelar doa bersama lintas agama secara serentak di tempat ibadah lingkungan Makodam VI/Mulawarman, pada Sabtu (04/10/2025). Foto: HO/Pendam VI/Mlw
Kodam VI/Mulawarman menggelar doa bersama lintas agama secara serentak di tempat ibadah lingkungan Makodam VI/Mulawarman, pada Sabtu (04/10/2025). Foto: HO/Pendam VI/Mlw

BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang jatuh pada 5 Oktober 2025, Kodam VI/Mulawarman menggelar doa bersama lintas agama secara serentak di tempat ibadah lingkungan Makodam VI/Mulawarman, pada Sabtu (04/10/2025).

Kegiatan ini dilaksanakan di Masjid Jenderal Sudirman, Gereja Oikumene Kornelius, dan Pura Giri Jaya Natha, dengan tema “TNI PRIMA – TNI Rakyat – Indonesia Maju.”

Doa bersama di Masjid Jenderal Sudirman dipimpin oleh Ustad Agus Khoirul Huda, Lc., dan dihadiri ratusan jamaah. Hadir di antaranya Kasdam VI/Mlw Brigjen TNI Ari Aryanto, S.E., I.P., Irdam VI/Mlw Brigjen TNI Unang Sudargo, S.H., M.M., para Asisten Kasdam, para Dansat dan Kabalak Kodam VI/Mlw, serta para perwira dari TNI AL, TNI AU, dan perwakilan organisasi istri prajurit seperti Persit KCK, Jalasenastri, dan Pia Ardhya Garini.

Dalam sambutan Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Rudy Rachmat Nugraha, S.I.P., M.Sc., yang dibacakan oleh Kasdam VI/Mlw Brigjen TNI Ari Aryanto, S.E., M.I.P., disampaikan bahwa kegiatan doa bersama ini merupakan bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas pengabdian panjang TNI selama delapan dekade.

“Kegiatan ini menjadi momentum untuk merefleksikan diri serta memohon bimbingan dan kekuatan agar TNI senantiasa profesional, tangguh, dan setia pada rakyat dalam menjaga kedaulatan NKRI,” ujarnya.

Pangdam juga menegaskan bahwa jati diri TNI sebagai tentara rakyat harus terus dijaga. “TNI harus selalu hadir di tengah masyarakat, beradaptasi dan bersinergi menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks. Semoga doa bersama ini menjadi penguat tekad agar TNI terus PRIMA — Profesional, Responsif, Integratif, Modern, dan Adaptif,” tambahnya.

Ustad Agus Khoirul Huda dalam ceramahnya mengajak seluruh jamaah untuk memperkuat keimanan, kesabaran, dan keikhlasan dalam menjalankan tugas negara.


“TNI adalah benteng pertahanan bangsa. Setiap prajurit dituntut memiliki disiplin, keberanian, dan loyalitas tinggi. Dengan sabar dan ikhlas, setiap tantangan dapat menjadi ladang pahala serta pengabdian terbaik untuk bangsa dan negara,” tuturnya.

Sementara itu, doa bersama juga berlangsung khidmat di Gereja Oikumene Kornelius, yang diikuti oleh prajurit dan keluarga besar TNI beragama Kristen. Kegiatan ibadah ini bertujuan untuk mengajak umat untuk bersyukur atas berkat Tuhan dalam perjalanan panjang TNI menjaga keutuhan NKRI.

Dalam khotbahnya, Pimpinan Doa menyampaikan pesan kasih dan persaudaraan antarumat beragama sebagai kekuatan spiritual dalam menjaga persatuan bangsa.

Di waktu bersamaan, umat Hindu TNI dan PNS Kodam VI/Mulawarman melaksanakan persembahyangan bersama di Pura Giri Jaya Natha. Dengan harapan agar TNI selalu dilindungi Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam melaksanakan tugas pengabdian kepada negara dan rakyat.

Melalui kegiatan lintas agama ini, seluruh prajurit Kodam VI/Mulawarman menunjukkan semangat kebersamaan, soliditas, dan persaudaraan sejati antarumat beragama di lingkungan TNI.

Momentum doa bersama ini tidak hanya memperkuat nilai spiritual dan moral prajurit, tetapi juga meneguhkan komitmen TNI sebagai garda terdepan penjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (*/Pendam VI/Mlw)

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar