“Inovasi ini tidak hanya meningkatkan produktivitas dan efisiensi, tetapi juga memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat, serta mendukung pencapaian SDGs Tujuan 5 (Kesetaraan Gender), Tujuan 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), dan Tujuan 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab),” jelas Dony.
Dony juga menjelaskan bahwa program Komik Pesut Mahakam yang dijalankan oleh PHM berfokus pada pelestarian mamalia endemik Sungai Mahakam, yaitu pesut yang kini berstatus terancam punah melalui pendekatan kolaboratif dengan masyarakat lokal dan pemerintah daerah, melalui edukasi, pelatihan, dan pengembangan pariwisata berkelanjutan.
Inisiatif ini telah mendukung pengembangan Desa Pela sebagai salah satu desa wisata berbasis konservasi lingkungan yang telah diakui di tingkat nasional dan internasional yang secara langsung mendukung SDGs Tujuan 8 (Pertumbuhan Ekonomi) dan Tujuan 13 (Penanganan Perubahan Iklim).
Sejalan dengan kebijakan keberlanjutan PHE dan PT Pertamina (Persero), menurutnya, PHI dan anak-anak perusahaannya berkomitmen terus mendorong operasi hulu migas rendah karbon guna mendukung pencapaian net zero emission Indonesia di tahun 2060 atau lebih cepat.
”Di PHI, kami percaya bahwa keberlanjutan produksi migas saat ini dan di masa depan ditentukan oleh keberhasilan dalam menerapkan prinsip-prinsip Environment, Social, Governance (ESG) dalam seluruh kegiatan operasi dan bisnis Perusahaan,” imbuhnya.
Penghargaan ini semakin menegaskan kontribusi PHI dalam mendukung arah pembangunan nasional yang melampaui peran pokoknya dalam menghasilkan produksi migas yang berkelanjutan.
“Desa memiliki peranan strategis sebagaimana tercantum dalam Asta Cita ke-6 pemerintahan Indonesia, yakni membangun dari desa untuk memperkuat pemerataan ekonomi dan menekan angka kemiskinan,” pungkasnya. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar