BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan bersama DPRD Kota Balikpapan resmi menyepakati kontrak tahun jamak (multiyears) untuk pembangunan Rumah Sakit (RS) Balikpapan Timur.
Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun Anggaran 2026.
Wali Kota Balikpapan, H. Rahmad Mas’ud, mengatakan bahwa proses lelang pembangunan RS Balikpapan Timur akan dimulai tahun ini. Proyek tersebut seharusnya sudah berjalan sejak tahun lalu, namun tertunda karena fokus pemerintah masih diarahkan pada penyelesaian pembangunan RS di Balikpapan Barat.
“Nah, tahun ini mudah-mudahan sudah bisa dilaksanakan untuk lelang. Kami berharap janji dan program prioritas ini, khususnya untuk warga Balikpapan Timur, segera terealisasi,” ujar Rahmad, usai Rapat Paripurna DPRD Balikpapan, di Gedung Parkir Klandasan Balikpapan, pada Kamis (13/8/2025).
Pembangunan RS Balikpapan Timur akan menggunakan skema tahun jamak dengan alokasi anggaran sekitar Rp273,27 miliar yang dibagi dalam tiga tahun, melalui APBD Kota Balikpapan.
Rahmad memastikan tidak ada kendala berarti dalam proyek ini karena lahan yang digunakan merupakan milik Pemkot. “Secara prosedural dan administrasi sudah siap. Tinggal kita jalankan, yang penting jangan ada masalah yang dibuat-buat,” tegasnya.
Jika sesuai rencana, pekerjaan fisik pembangunan RS Balikpapan Timur akan dimulai pada 2026. Proyek ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan layanan kesehatan warga Balikpapan Timur yang selama ini harus menempuh jarak cukup jauh untuk mendapatkan fasilitas rumah sakit.
Ketua DPRD Balikpapan, Alwi Al Qadri, menjelaskan bahwa kesepakatan kontrak tahun jamak ini merupakan bentuk kepatuhan terhadap Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah.
“Penandatanganan KUA-PPAS ini menjadi dasar penyusunan APBD 2026, sekaligus persetujuan bersama untuk pelaksanaan pembangunan RSU Balikpapan Timur,” jelasnya.
Berdasarkan KUA-PPAS 2026, pendapatan daerah diproyeksikan sebesar Rp3,99 triliun, belanja daerah Rp4,29 triliun, dan pembiayaan daerah sebesar Rp450 miliar.
Anggaran untuk RSU Balikpapan Timur akan masuk dalam skala prioritas pembangunan, selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional menuju visi Indonesia Emas 2045.
Rahmad mengajak seluruh elemen masyarakat mendukung penuh pembangunan ini. “Kesepakatan ini adalah langkah nyata menuju Balikpapan yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan,” pungkasnya. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar