“Potensi ekonominya luar biasa, tapi prosedur lingkungan tidak boleh diabaikan,” tambahnya.
Sahib juga mendorong PT EUP agar lebih aktif menggandeng masyarakat dalam program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), khususnya mereka yang terdampak langsung.
Menanggapi hal itu, Project Manager PT EUP, Teguh, menyampaikan bahwa pihaknya telah menjalin komunikasi dengan kelompok nelayan. Bahkan, sudah ada pertemuan untuk membahas permintaan bantuan alat tangkap.
“Rencananya Sabtu nanti akan kami bahas kembali bersama para nelayan,” ujar Teguh.
Meski dalam kunjungan tersebut tidak dihadiri perwakilan Dinas Lingkungan Hidup, Komisi C DPRD Bontang menegaskan akan terus mengawal pemenuhan tanggung jawab sosial dan lingkungan oleh perusahaan.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar