BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Yayasan Patra Dharma Mandiri Balikpapan dalam hal ini SD Patra Dharma 1, SD Patra Dharma 3, SMP Patra Dharma 1, SMP Patra Dharma 2 dan SMA Patra Dharma Balikpapan melaksanakan Khatmul Qur'an dan Imtihan Akbar Metode Ummi secara bersamaan, di Balikpapan Sport Convention Center (BSCC)/DOME, pada hari Kamis (1/5/2025).
Berbagai rangkaian kegiatan mengisi Khatmul Qur'an dan Imtihan Akbar mulai dengan membaca Khatmul Qur'an secara bersama-sama, proses Imtihan atau uji publik secara acak, pengukuhan Guru Al Quran sebanyak 29 orang, pemberian sertifikat hasil munaqosyah kepada seluruh peserta. Serta Tausiah yang disampaikan oleh Ustadz Das'ad Latif.
Dalam kesempatan itu, Ketua Yayasan Patra Dharma Mandiri Balikpapan, Eko Suhartono membuka kegiatan dengan memberikan sambutan. Ia mengatakan kegiatan ini diikuti sebanyak 645 peserta, yang mana anak-anak ini layak mengikuti Khatmul Qur'an, karena telah lulus pra munaqosyah dan munaqosyah.
"Saya berharap anak-anak tidak berhenti sampai disini tetapi kesempatan ini dijadikan pemicu, untuk menjadi anak yang lebih giat dalam menghafal quran, sehingga kelak dewasa bisa mengamalkan Al Quran dengan baik dan benar," jelasnya.
Kegiatan ini mendapatkan apresiasi dari Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan, karena kegiatan ini bukan hanya bentuk dari evaluasi hasil belajar para siswa tetapi juga merupakan syiar Islam yang sangat positif di tengah masyarakat.
Hal ini disampaikan Staf Ahli Bidang Sosial, Kesejahteraan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Sekretaris Daerah Balikpapan, Adamin Siregar saat membacakan sambutan Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas'ud.
"Mari kita doakan semoga Ananda kita ini kelak menjadi Insan Qur'ani dan menjadi praktisi bangsa yang dapat mengaktualisasikan nilai-nilai Alquran dalam kehidupan sehari-hari," jelasnya.
Adamin mengatakan ini juga merupakan bagian dari upaya mewujudkan generasi muda yang berakhlak mulia, membangun generasi berakhlak mulia sangat penting, karena akhlak mulia membentuk individu yang baik dan masyarakat yang harmonis.
"Generasi muda yang berakhlak mulia akan mampu hidup damai saling menghargai dan bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama," katanya.
Dalam era digital dan globalisasi pendidikan akhlak mulia sangat penting, untuk mengimbangi dampak negatif teknologi dan globalisasi serta membentuk generasi yang berintegritas di tengah berbagai tantangan.
"Saya berharap membaca Quran bisa semakin membudaya di masyarakat muslim kota Balikpapan, khususnya generasi muda, agar senantiasa memiliki tuntunan sekaligus terbentengi dari pengaruh negatif globalisasi," terangnya.
Salah seorang peserta yang bernama Yuka terpilih maju kedepan untuk melakukan uji publik tartil mewakili peserta lainnya. Siswi kelas 3 SD ini sangat lancar membacakan ayat demi ayat dengan baik.
Serta menjelaskan tanda baca yang ada dalam surah yang ditunjuk. Namun, sebelumnya seluruh peserta lebih dulu mengikuti uji publik yang dilakukan trainer ummi foundation.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar