Kritik tajam juga datang dari kalangan akademisi. Daniella Butler (26), mahasiswa doktoral imunologi dari Universitas Johns Hopkins, menyuarakan keprihatinannya atas pemotongan anggaran riset sains dan kesehatan. Ia membawa peta Texas yang menandai sebaran wabah campak, mengingatkan publik akan bahaya dari penolakan terhadap ilmu pengetahuan.
"Ketika sains diabaikan, orang-orang akan mati," tegasnya, menyindir Kepala Kesehatan Trump, Robert F. Kennedy Jr., yang dikenal sebagai skeptis vaksin.
Aksi Simbolik di Seluruh NegeriDi San Francisco, ratusan orang membentuk tulisan raksasa “IMPEACH + REMOVE” di tepi pantai sebagai simbol perlawanan terhadap kepemimpinan Trump.
Sementara itu, di Galveston, Texas, meski aksi hanya diikuti puluhan orang, semangat peserta tetap membara. “Biasanya saya akan menunggu pemilu, tapi sekarang kita tidak bisa diam saja,” ujar Patsy Oliver (63), seorang penulis.
Beberapa pengunjuk rasa membentangkan bendera AS terbalik sebagai simbol bahaya dan keputusasaan, menegaskan keresahan yang semakin meluas di masyarakat.
Gerakan Terkoordinasi Secara NasionalAksi-aksi ini diorganisasi oleh kelompok bernama 50501, sebuah jaringan nasional yang mengoordinasikan 50 protes lokal dan satu gerakan nasional.
Dalam pernyataan resminya, kelompok ini menyebut aksinya sebagai “respons cepat yang terdesentralisasi terhadap tindakan anti-demokrasi dan ilegal dari pemerintahan Trump dan sekutu plutokratisnya.”
Mereka juga menegaskan komitmen bahwa semua aksi dilakukan secara damai dan konstitusional. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar