BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan dalam mengelola sampah mendapat perhatian khusus dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).
Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Hanif Faisol Nurofiq, melakukan kunjungan kerja ke Balikpapan untuk memantau langsung sistem pengelolaan sampah dari tingkat rumah tangga hingga ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Manggar, pada Minggu (13/4/2025).
Didampingi oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan, Sudirman Djayaleksana, Menteri Hanif meninjau beberapa titik strategis seperti bank sampah rumah tangga, Intermediate Treatment Facility (ITF), Material Recovery Facility (MRF), hingga TPA Manggar.
“Kunjungan ini menjadi sinyal positif bahwa sistem yang diterapkan Balikpapan sudah berada di jalur yang benar. Namun, Menteri juga memberikan tantangan baru untuk meningkatkan pencapaian dalam beberapa bulan ke depan,” kata Sudirman yang akrab disapa Dirman.
Saat ini, Balikpapan telah mencapai pengurangan sampah sebesar 28 persen. Angka ini dinilai cukup baik untuk mendekati target 30 persen dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) sebelumnya. Namun, tantangan berikutnya jauh lebih besar mencapai 50 persen pengurangan sesuai dengan target baru RPJMN.
Sebagai bentuk keseriusan, Pemkot Balikpapan telah merancang pembangunan sejumlah Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST). Satu TPST telah rampung pada 2024 dan dijadwalkan mulai beroperasi pada Mei 2025.
Sementara tiga TPST tambahan akan dibangun tahun ini di Graha Indah, KM 12 Kota Hijau, dan Hutan Kota Telagasari. Tahun 2026, dua titik tambahan direncanakan di Balikpapan Barat dan Balikpapan Kota.
Selain infrastruktur, penguatan peran masyarakat melalui bank sampah juga menjadi perhatian. Sebelum pandemi, Balikpapan memiliki sekitar 200 unit bank sampah, namun jumlahnya turun drastis menjadi 77 unit pasca Covid-19.
Menteri Hanif mendorong agar jumlah ini segera ditingkatkan kembali guna mempercepat gerakan pengurangan sampah dari hulu.
“Kita tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Keterlibatan RT, Lurah, Camat, dan masyarakat sangat penting agar target pengurangan sampah ini bisa tercapai,” tegas Dirman.
DLH mencatat, rata-rata volume sampah yang ditangani setiap hari mencapai 500 ton. Melalui peran aktif bank sampah, MRF, dan ITF, sekitar 100 hingga 120 ton dapat dikurangi, sehingga hanya 380-400 ton yang masuk ke TPA Manggar setiap harinya.
Kunjungan Menteri ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, dalam menciptakan kota yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar