PWI Kalimantan Timur

Konkerprov PWI Kaltim 2025: Fokus Evaluasi dan Proyeksi Program Serta Keberlanjutan Profesi Wartawan

lihat foto
Ketua PWI Kaltim, Abdurrahman Amin. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa
Ketua PWI Kaltim, Abdurrahman Amin. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa

BorneoFlash.com, SAMARINDA - Konferensi Kerja Provinsi (Konkerprov) yang digelar oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Timur (Kaltim) kembali menjadi ajang penting untuk mengevaluasi dan merumuskan program kerja yang akan dijalankan oleh organisasi profesi terbesar dan tertua ini, pada Kamis (13/3/2025).

Dalam kesempatan ini, Ketua PWI Kaltim, Abdurrahman Amin, menjelaskan bahwa pelaksanaan Konkerprov ini sudah menjadi kewajiban untuk dilaksanakan setidaknya sekali dalam satu periode, dan PWI Kaltim berencana melaksanakannya setiap tahun.

Menurutnya, Konkerprov kali ini memiliki dua agenda utama: evaluasi dan proyeksi. Evaluasi dilakukan untuk menilai sejauh mana program-program yang telah dijalankan sesuai dengan visi, misi, dan perencanaan yang telah ditetapkan sebelumnya.

Selain itu, pertemuan ini juga bertujuan untuk merumuskan proyeksi dan rencana program yang akan dijalankan pada sisa periode kepengurusan yang ada.

Tema yang diangkat dalam Konkerprov kali ini adalah "PWI Relevan". Rahman menjelaskan bahwa PWI, sebagai organisasi profesi wartawan yang telah ada sejak beberapa rezim, harus terus menjaga relevansinya dengan profesi wartawan, meskipun tantangan yang dihadapi semakin besar.

"Kami perlu secara terbuka melihat apakah PWI ini masih relevan dengan perkembangan profesi wartawan di masa kini," ujar Rahman.

Dalam penyelenggaraan Konkerprov, tiga program prioritas menjadi fokus utama yang akan dibahas. Pertama, adalah merapikan aset-aset yang dimiliki PWI.


Sebagai organisasi yang telah lama berdiri, PWI Kaltim memiliki banyak aset yang perlu diperbaiki agar lebih bermanfaat bagi anggota.

Kedua, Rahman menekankan pentingnya merumuskan program kerja yang lebih fokus pada outcome, bukan sekadar output.

"Dulu, banyaknya pelatihan atau uji kompetensi dianggap sebagai output. Namun, yang lebih penting adalah apakah program-program tersebut berdampak pada peningkatan kualitas wartawan, baik dari segi kompetensi maupun moralitas," katanya.

Ketiga, PWI Kaltim ingin menjadikan organisasi ini lebih inklusif, memudahkan lebih banyak wartawan untuk bergabung, dan memastikan adanya perlindungan hukum serta kesejahteraan bagi anggotanya.

Suasana pada saat Konkerprov berlangsung yang digelar oleh PWI Kalimantan Timur, pada Kamis (13/3/2025). Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa
Suasana pada saat Konkerprov berlangsung yang digelar oleh PWI Kalimantan Timur, pada Kamis (13/3/2025). Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa

"Sebagai organisasi profesi, PWI harus membahas dua isu utama: kompetensi dan kesejahteraan. Mengingat pekerjaan wartawan yang penuh tantangan dan risiko, perlindungan hukum menjadi sangat penting," tambahnya.

Rahman berharap, hasil dari Konkerprov kali ini dapat membawa manfaat yang besar bagi anggota PWI, masyarakat, serta pemerintah sebagai mitra strategis PWI.

Dengan merumuskan program-program yang relevan dan memberikan dampak nyata, PWI Kaltim akan terus berkomitmen untuk menjadi organisasi yang berguna bagi semua pihak.

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar