PT Pertamina Hulu Indonesia

PT Pertamina Hulu Indonesia Perkuat Sinergi dengan Pemda Kukar di Stakeholder Meeting

lihat foto
PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS), PT Pertamina EP (PEP) Sangasanga Field, dan PEP Sangatta Field, terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah Stakeholder Meeting di Samarinda, pada Selasa (17/12/2024). Foto: HO/PHI
PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS), PT Pertamina EP (PEP) Sangasanga Field, dan PEP Sangatta Field, terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah Stakeholder Meeting di Samarinda, pada Selasa (17/12/2024). Foto: HO/PHI

BorneoFlash.com, SAMARINDAPT Pertamina Hulu Indonesia (PHI), melalui anak usaha yang bernaung di Zona 9 yaitu PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS), PT Pertamina EP (PEP) Sangasanga Field, dan PEP Sangatta Field, terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah melalui kegiatan Stakeholder Meeting.

Pada kesempatan ini, Perusahaan menyampaikan pencapaian kinerja operasi sepanjang tahun 2024 dan rencana pengeboran tahun 2025 di wilayah Kutai Kartanegara (Kukar).

Sinergi dengan pemerintah daerah tentu akan mendukung kelancaran operasi hulu migas sehingga turut berkontribusi terhadap pemenuhan kebutuhan dan ketahanan energi nasional.

Stakeholder Meeting kali ini dihadiri langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kutai Kartanegara, camat dari berbagai kecamatan di Kabupaten Kukar, dan SKK Migas Perwakilan Kalimantan-Sulawesi. Kegiatan berlangsung di Samarinda, pada Selasa (17/12/2024).

PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS), PT Pertamina EP (PEP) Sangasanga Field, dan PEP Sangatta Field, terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah Stakeholder Meeting di Samarinda, pada Selasa (17/12/2024). Foto: HO/PHI
PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS), PT Pertamina EP (PEP) Sangasanga Field, dan PEP Sangatta Field, terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah Stakeholder Meeting di Samarinda, pada Selasa (17/12/2024). Foto: HO/PHI

Manager PHSS Field, Iva Kurnia Mahardi, menyampaikan bahwa kinerja operasi dan produksi Zona 9 menunjukkan tren positif untuk mencapai target produksi berdasarkan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) dan Work Program and Budget (WP&B).

“Dalam upaya pencapaian target produksi, kami terus melakukan inovasi dan menerapkan praktik engineering untuk dapat meningkatkan recovery rate sumur–sumur yang kami kelola,” tuturnya.

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar