Berita Kota Samarinda

Masjid Al-Istiqomah Samarinda: Oase Pelayanan 24 Jam bagi Jamaah dan Musafir 

lihat foto
Masjid Al-Istiqomah Samarinda yang berada di tepi jalan raya menuju Tenggarong ini menyediakan kopi, teh, hingga makanan gratis untuk jamaah dan musafir. Foto: BorneoFlash/Ist
Masjid Al-Istiqomah Samarinda yang berada di tepi jalan raya menuju Tenggarong ini menyediakan kopi, teh, hingga makanan gratis untuk jamaah dan musafir. Foto: BorneoFlash/Ist

BorneoFlash.com, SAMARINDA – Di tengah hiruk-pikuk Kota Samarinda, Masjid Al-Istiqomah hadir sebagai salah satu tempat ibadah yang memberikan pelayanan luar biasa. Tidak hanya membuka pintu selama 24 jam, masjid ini juga menyediakan kopi, teh, hingga makanan gratis tujuh hari dalam seminggu untuk jamaah dan musafir.

Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al-Istiqomah, H. Muhammad Elansyah HS, mengungkapkan kepada BorneoFlash.com bahwa semangat memberikan pelayanan terbaik sudah menjadi komitmen sejak ia terpilih menjadi Ketua DKM pada 2018. Saat itu, Masjid Al-Istiqomah masih berstatus langgar.

“Ketika saya menjadi Ketua DKM, kami berinisiatif meningkatkan status langgar menjadi masjid. Alhamdulillah, berkat kerja sama pengurus dan kelengkapan dokumen, dalam waktu empat bulan, persetujuan dari Kemenag dan Dewan Masjid Kota Samarinda keluar. Pada akhir Desember 2018, kami bisa melaksanakan Salat Jumat pertama di Masjid Al-Istiqomah,” cerita Elansyah.

Masjid Al-Istiqomah Samarinda yang berada di tepi jalan raya menuju Tenggarong ini menyediakan kopi, teh, hingga makanan gratis untuk jamaah dan musafir. Foto: BorneoFlash/Ist
Masjid Al-Istiqomah Samarinda yang berada di tepi jalan raya menuju Tenggarong ini menyediakan kopi, teh, hingga makanan gratis untuk jamaah dan musafir. Foto: BorneoFlash/Ist

Elansyah juga menjelaskan bahwa keputusan membuka masjid 24 jam dilatarbelakangi kebutuhan para musafir yang sering singgah untuk istirahat atau keperluan lain.

“Kami ingin memberikan kenyamanan bagi siapa saja yang datang. Oleh karena itu, kami juga menyediakan minuman dan makanan gratis,” katanya.


Awalnya, program makan gratis hanya dilakukan sekali seminggu dengan iuran dari pengurus. Namun, berkat dukungan donatur, kini makanan gratis tersedia hampir setiap hari:
  1. Selasa ba'da Salat Subuh

  2. Rabu ba'da Salat Dzuhur

  3. Jumat ba'da Salat Subuh dan Salat Jumat

  4. Sabtu ba'da Salat Dzuhur

  5. Senin dan Kamis: Takjil buka puasa sebelum Magrib

Elansyah pun mengimbau masyarakat, termasuk yang melintas di depan masjid, untuk tidak ragu mampir menikmati makan bersama.

“Kami tidak memandang suku atau agama, semua bisa menikmati makanan gratis yang tersedia,” ujarnya.

Ia juga berterima kasih kepada donatur dan warga sekitar, khususnya pengurus dasawisma dari empat RT di lingkungan masjid.

Masjid yang terletak strategis di tepi jalan raya menuju Tenggarong, Bontang, dan Banjarmasin ini sering menjadi tempat istirahat musafir.

Masjid Al-Istiqomah Samarinda yang berada di tepi jalan raya menuju Tenggarong ini menyediakan kopi, teh, hingga makanan gratis untuk jamaah dan musafir. Foto: BorneoFlash/Ist
Masjid Al-Istiqomah Samarinda yang berada di tepi jalan raya menuju Tenggarong ini menyediakan kopi, teh, hingga makanan gratis untuk jamaah dan musafir. Foto: BorneoFlash/Ist

Meskipun masih kecil, Masjid Al-Istiqomah dilengkapi dengan fasilitas keamanan untuk memastikan kenyamanan jamaah dan pengunjung.

“Visi kami besar: menjadikan Masjid Al-Istiqomah sebagai tempat ibadah yang bermanfaat bagi umat. Semoga langkah kecil ini bisa memberikan dampak besar bagi masyarakat,” tutup Elansyah. (*)

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar