Berita Kota Balikpapan

Kota Balikpapan jadi Tuan Rumah Pelaksanaan Indonesia Climate Change Expo and Forum 2024

lihat foto
Pembukaan Indonesia Climate Change Expo and Forum (ICCEF) 2024, di Atrium Mall E-Walk Balikpapan SuperBlock (BSB), pada hari Jumat (20/9/2024). Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri
Pembukaan Indonesia Climate Change Expo and Forum (ICCEF) 2024, di Atrium Mall E-Walk Balikpapan SuperBlock (BSB), pada hari Jumat (20/9/2024). Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri

BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memilih Kota Balikpapan menjadi tuan rumah pelaksanaan Indonesia Climate Change Expo and Forum (ICCEF) 2024.

Pelaksanaan Indonesia climate change expo and forum 2024, dalam rangka road to Indonesia Pavilliun cop 29 di Baku, Azerbaijan. Di Kota Balikpapan, pelaksanaan berlangsung di Atrium Mall E-Walk Balikpapan SuperBlock (BSB), pada tanggal 20-22 September 2024.

Kegiatan diikuti instansi pemerintah, pelaku usaha, organisasi, komunitas bank sampah,sekolah Adiwiyata maupun perguruan tinggi.

Ketua Harian I Tim Kerja Indonesia FOLU Net Sink 2030, Ruandha Agung Sugardiman, mengatakan setiap tahun Indonesia mempersiapkan diri, untuk membangun pavilliun di Indonesia pada konferensi tingkat tinggi perubahan iklim di dunia.

“Tahun ini persiapannya dilakukan di Balikpapan, mengapa di Balikpapan, tentunya semua orang tahu bahwa Balikpapan kota magnet sekarang, karena adanya IKN,” jelasnya kepada media usai pembukaan ICCEF 2024, di Atrium Mall E-Walk Balikpapan SuperBlock.

Opening Ceremony Indonesia Climate Change Expo and Forum (ICCEF) 2024 Road to Indonesia Pavilliun cop 29 di Baku, Azerbaijan. Di Kota Balikpapan. Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri
Opening Ceremony Indonesia Climate Change Expo and Forum (ICCEF) 2024 Road to Indonesia Pavilliun cop 29 di Baku, Azerbaijan. Di Kota Balikpapan. Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri

Oleh karena itu, agar semua mata tertuju pada kegiatan ICCEF ini, maka persiapan menuju Indonesia pavilliun cop 29 di Baku Azerbaijan bisa diikuti dengan lebih baik

“Apa yang akan ditampilkan di dalam ICCEF 2024 itu, bagaimana partisipasi seluruh stakeholder, akademisi, masyarakat, pemerintah pusat, pemerintah daerah, wanita gender dan yang paling utama adalah generasi muda untuk pengendalian perubahan iklim,” ucapnya.


Sehingga, Indonesia betul-betul siap dalam menghadapi perubahan iklim ini dari anak-anak SD, SMP, SMA dan juga melibatkan mahasiswa.

Disamping itu juga, Ruandha mengatakan bahwa Kaltim berhasil mengurangi emisi CO2 dan itu mendapat apresiasi dari world bank sejumlah 30 juta ton co2 equivalent dan hal itu mendapat apresiasi sebesar 103 juta US Dollar. Hal ini menjadi salah satu alasan, untuk Kaltim dipilih menjadi tuan rumah penyelenggaraan ICCF

“Itu suatu jumlah yang luar biasa, dan di Indonesia dua provinsi yang mendapat yakni Kaltim dan baru terakhir menyusul adalah Provinsi Jambi,” terangnya.

Sesuai dengan tema tahun ini yakni industrialisasi berkelanjutan dan gaya hidup dalam perubahan iklim untuk tingkat generasi.

Artinya Indonesia bisa mengurangi emisi gas rumah kaca dari 5 sektor yakni dari sektor energi, sektor limbah, sektor industri, sektor pertanian dan yang paling besar menurunkan emisi gas rumah kaca adalah dari sektor Forestry dan Other Land Uses (FOLU).

KLHK memilih Kota Balikpapan menjadi tuan rumah pelaksanaan Indonesia Climate Change Expo and Forum (ICCEF) 2024. Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri
KLHK memilih Kota Balikpapan menjadi tuan rumah pelaksanaan Indonesia Climate Change Expo and Forum (ICCEF) 2024. Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri

“Kita harapkan contoh-contoh best practices itu bisa tampil di pameran-pameran di sini. Dan itu yang terbaik akan kita bawa ke Baku, Azerbaijan nanti,” ungkapnya.

Kata Ruandha menyampaikan bahwa Indonesia bisa mencapai penurunan emisi gas rumah kaca, yang cukup signifikan dan itu ada datanya yang dilaporkan ke dunia setiap tahun, sehingga dunia memberikan apresiasi atas prestasi Indonesia.


Oleh karena itu Indonesia menerima yang disebut dengan "Emissions from Deforestation and Forest Degradation". Secara statistik Indonesia mencapai hasil yang sangat membanggakan,”sebutnya.

Mewakili Penjabat Gubernur Kaltim, Akmal Malik, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kaltim, Anwar Sanusi menyambut baik pelaksanaan ICCEF sebagai media informasi, berbagi pengalaman aksi iklim pada tingkat tampak yang dilaksanakan oleh berbagai pihak baik pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, komunitas lokal serta generasi muda.

“Kami berharap kolaborasi dan kerja keras semua pihak tidak berhenti hanya sampai di sini, namun dapat menjadi suatu hal yang berkelanjutan,” jelasnya.

Ia pun terbuka pada provinsi lain untuk berkolaborasi dalam kegiatan lingkungan hidup dan kehutanan. Termasuk dalam pengendalian perubahan iklim.

Selaras dengan, Kepala Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion (P3E) Kalimantan, Ishak Yassir menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, komunitas lokal dan generasi muda dalam mitigasi adaptasi perubahan iklim melalui kegiatan usaha dan gaya hidup.

Indonesia Climate Change Expo and Forum (ICCEF) 2024. Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri
Indonesia Climate Change Expo and Forum (ICCEF) 2024. Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri

Dalam kegiatan ini, terdapat 42 mitra baik dari pemerintah, swasta, dunia usaha, komunitas maupun sekolah Adiwiyata, mengikuti pameran lingkungan, di Atrium Mall E-Walk Balikpapan SuperBlock (BSB).

“Aksi nyata akan dipamerkan dan menjadi motivasi dan inspirasi bagi kita dalam berkontribusi beradaptasi dan mitigasi perubahan iklim dari rumah kita sendiri,” pungkasnya.

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar