PT Pertamina EP

PEP Bunyu Field Perkenalkan Inovasi Teknik Pembibitan Artificial Mangrove Tide saat Hari Mangrove Sedunia

lihat foto
PT Pertamina EP (PEP) Bunyu Field lakukan penanaman mangrove di sekitar wilayah operasi Perusahaan di Pulau Bunyu dengan sistem pembibitan Artificial Mangrove Tide. Foto: HO/PEP Bunyu Field
PT Pertamina EP (PEP) Bunyu Field lakukan penanaman mangrove di sekitar wilayah operasi Perusahaan di Pulau Bunyu dengan sistem pembibitan Artificial Mangrove Tide. Foto: HO/PEP Bunyu Field

BorneoFlash.com, PULAU BUNYU – Dalam rangka memperingati Hari Mangrove Sedunia, PT Pertamina EP (PEP) Bunyu Field melakukan kegiatan penanaman mangrove di sekitar wilayah operasi Perusahaan di Pulau Bunyu yang dikembangkan dengan sistem pembibitan Artificial Mangrove Tide.

Penerapan teknik Artificial Mangrove Tide ini merupakan yang pertama di Indonesia dan telah mendapatkan paten dari Kementerian Hukum dan HAM RI dengan judul “Metode Pembibitan Mangrove dengan Mekanisme Kolam Pasang Surut Air Tawar dan Substrat Buatan”.

Artificial Mangrove Tide merupakan teknik pembibitan (nursery) mangrove secara eksitu, atau di luar habitat aslinya, dengan menggunakan kolam pasang surut buatan (siphon bell).

Umumnya, teknik pembibitan mangrove menggunakan pasang surut air laut secara alami.

Dengan teknik Artificial Mangrove Tide, prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) pun dapat diterapkan khususnya dengan pengolahan sampah organik menjadi kompos yang merupakan salah satu komposisi substrat buatan.

Selain itu, dapat mengurangi timbulan sampah plastik dari polybag akibat subtitusi ke polybag HDPE dengan masa pakai hingga 10 kali.

Dalam sambutannya, Pjs. Senior Manager Bunyu Field Benny Kawira mengatakan bahwa kegiatan penanaman mangrove merupakan wujud komitmen PEP Bunyu Field dalam menjaga kelestarian lingkungan dan melindungi keanekaragaman hayati di sekitar wilayah operasi Perusahaan untuk mencapai Net Positive Impact (NPI).


Benny juga mengatakan dalam teknik Artificial Mangrove Tide, dapat melakukan upaya konservasi air melalui pemanfaatan air tadah hujan (Rain Water Harvesting), dan memudahkan perawatan dan monitoring serta pengendalian hama.

"Dengan demikian, tingkat keberhasilan pembibitan mangrove dapat ditingkatkan, serta dapat menghilangkan potensi biological hazard seperti ular, buaya pesisir dan anjing liar,” ucap Benny menjelaskan.

Menurutnya, PEP Bunyu Field melaksanakan kegiatan penanaman mangrove secara rutin untuk melestarikan kawasan konservasi mangrove di wilayah kerja PEP Bunyu, khususnya zona mangrove di area terbuka dengan substrat berpasir dan sedikit berlumpur, serta berhadapan langsung dengan laut.

Hari Mangrove Sedunia diperingati setiap tanggal 26 Juli. Tahun ini, Bunyu Field melaksanakan kegiatan penanaman mangrove pada tanggal 3 Agustus 2024. Jenis mangrove yang ditanam adalah Mangrove Api-api (avicennia alba) yang memiliki morfologi yang kuat dan dapat bertahan hidup di substrat berpasir dan terkena arus besar.

Sementara itu, Bupati Bulungan Syarwani menyampaikan dukungan dan harapan terhadap kegiatan sinergi PEP Bunyu Field bersama pemerintah daerah dalam memastikan pembangunan hijau yang berkelanjutan ini. “Mari kita jaga ekosistem Pulau Bunyu yang kita cintai ini agar menjadi warisan terbaik bagi anak cucu kita di masa mendatang,” ujarnya.

Selain penanaman pohon, PEP Bunyu Field berkomitmen menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan, atau Corporate Social Responsibility (CSR), yang mendukung pengembangan dan kemandirian masyarakat selaras dengan pencapaian Tujuan-Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu Tujuan 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim dan Tujuan 14 tentang Menjaga Ekosistem Laut. (*)

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar