Apabila ada para orang tua yang tidak mampu menyekolahkan anak, maka segera lapor ke Pemkot Balikpapan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan. "Jangan sampai ada anak yang tidak sekolah," serunya.
Pemkot Balikpapan membangun beberapa sekolah untuk memenuhi sarana prasarana pendidikan di Kota Balikpapan, karena nantinya penduduk di Kota Balikpapan semakin bertambah, ditengah pemindahan Ibu Kota Nusantara (IKN).
"Kita berpikir ke depan. Pembangunan sekolah itu tidak langsung jadi tetapi tiga tahun baru bisa ditempati, karena ada proses pembangunan," imbuhnya.
Tidak hanya pendidikan, kesehatan juga menjadi program Pemkot Balikpapan dengan memberikan iuran BPJS Kesehatan gratis kelas III kepada peserta tidak mampu. "Ini wujud kepedulian kita sehingga anak-anak di Kota Balikpapan, tidak tumbuh menjadi stunting," katanya.
Kepala Disdikbud Kota Balikpapan, Irfan Taufik mengatakan seragam sekolah gratis yang diberikan Pemkot Balikpapan terdiri dari baju seragam merah putih, batik dan pramuka untuk tingkat SD. Sedangkan tingkat SMP yakni seragam putih biru, batik dan pramuka. "Masing-masing anak menerima tiga pasang seragam sekolah," ujarnya.
Anggaran yang dikeluarkan untuk pengadaan seragam sekolah gratis sebesar Rp 25 miliar. Seragam sekolah telah didistribusikan ke sekolah, saat anak-anak sudah melakukan pembelajaran di sekolah pada hari Senin, 22 Juli 2024 menggunakan seragam sekolah ini.
"Alhamdulillah, tidak ada kendala. Motif baju batik untuk SD dan SMP sama. Paud yang ada motif baru, karena baru tahun ini paud mendapatkan seragam sekolah gratis," pungkasnya.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar