Oleh sebab itu, Ia meminta operasi keselamatan mahakam 2024 dan pencanangan aksi keselamatan kali ini, dijadikan momentum bagi seluruh personil Ditlantas Polda Kaltim beserta unsur TNI dan instansi terkait, untuk melakukan upaya nyata yang lebih efektif melaksanakan kegiatan penjagaan dan patroli.
Disamping itu, operasi kali ini menangani sembilan kasus pelanggaran pada operasi keselamatan di tahun 2024, yakni berkendara tidak menggunakan helm SNI; berkendara dengan melawan arus; berkendara dalam keadaan mabuk; berkendara masih di bawah umur; berkendara dengan menggunakan knalpot tidak sesuai spesifikasi yang tidak ramah lingkungan; berkendara dengan batas yang lebih kecepatan; berkendara dengan tidak menggunakan sabuk keselamatan dan berkendara sambil menggunakan handphone, over dimensi dan overload.
Dengan harapan pelaksanaan tahun 2024 dapat meningkatkan budaya disiplin dan tertib dalam berlalu lintas, dan meningkatnya kepatuhan masyarakat terhadap keselamatan diri dan orang lain yang akan berdampak pada menurunnya pelanggaran lalu lintas dan kecelakaan lalu lintas.
Ia pun meminta dukungan dan kerjasamanya untuk bersama-sama menyukseskan pelaksanaan operasi keselamatan mahakam tahun 2024 dan pencanangan aksi keselamatan jalan di wilayah Kaltim.
Mengingatkan kepada seluruh personil khususnya personel jajaran Ditlantas Polda Kaltim, sebagai tolak ukur keberhasilan operasi ini adalah, semakin tertib masyarakat dalam berlalu lintas sehingga menurunkan angka kecelakaan dan pelanggaran lalu lintas di wilayah hukum Polda Kalimantan Timur.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar